Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Kamis, 25 Januari 2018 - 12:35 WIB
Kawasan Kumuh di Berbagai...
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan
A A A
SALAH satu kantong penduduk miskin adalah kawasan kumuh. Di belahan bumi ini ada banyak kawasan kumuh yang identik dengan warga kelas bawah dan kriminalitas. Berikut 10 daerah kumuh berbagai negara.

1. MAHARASHTRA, INDIA
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :19 Juta
60% warga Maharastra tinggal di kawasan kumuh. Ironi, karena negara bagian India itu adalah salah satu negara bagian paling kaya dan berkembang. Kesenjangan kaya dan miskin sangat terlihat. Warga di sini kerap terjangkit penyakit seperti disentri, kolera, polio, typhoid.


2. KIBERA, KENYA
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :2,5 juta
Hanya 20% orang di Kibera yang hidup dengan listrik. Warganya banyak meninggal karena kolera. Yang parah lagi mereka rata-rata gemar minum Changaa, minuman alkohol murah dan menghirup lem.

3. ORANGI TOWN, PAKISTAN
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :1,8 juta
Kawasan kumuh paling besar di Asia di mana warganya hidup di sektor informal.


4. MANSHIET, MESIR
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :1,5 juta
Kawasan kumuh terbesar di Kairo ini memiliki 1,5 juta orang warga. Mereka menempati makam yang berbentuk kuil dan apartemen yang ditinggalkan.


5. MOGADISHU, SOMALIA
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :1,5 juta
Peperangan membuat kota ini miskin. Ribuan orang telah meninggalkan Mogadishu.


6. TONDO, FILIPINA
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :630.000
Kawasan kumuh di Filipina Tondo saat ini populasinya terus tumbuh. Satu rumah ditempati 6 orang.


7. CITÉ SOLEIL, PORT-AU-PRINCE, HAITI
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :400.000
Kekerasan dan AIDS menghantui warga di sini. Rata-rata usia warganya hanya mencapai 52 tahun.

8. KHAYELITSHA, AFRIKA SELATAN
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :392.000
Kawasan dengan kriminalitas paling tinggi di Cape Town, Afrika Selatan. Warganya tergolong muda-muda. Empat puluh persen yang tinggal di sini berusia 19 tahun, adapun yang berusia 50 tahun hanya tujuh persen.


9. SIEM REAP, KAMBOJA
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :174.000
Siem Reap terkenal atas pekerja anaknya. Sepertiga warganya hidup dengan uang USD1 per hari.


10. ROCINHA, BRASIL
Kawasan Kumuh di Berbagai Negara, Warga Tinggal di Kuburan

Populasi :69.000
Rocinha dikenal kawasan tempat transaksi suap antara pejabat dan pedagang narkoba.
(amm)
Berita Terkait
Program KOTAKU Bikin...
Program KOTAKU Bikin Kota-Kota Tak Lagi Jadi Kumuh
Pariwisata Penghasil...
Pariwisata Penghasil Devisa, Prabowo Soroti Kota Kumuh
Kamagasaki, Kota Kumuh...
Kamagasaki, Kota Kumuh yang Dihapus dari Peta Jepang
Penambahan Rusunawa...
Penambahan Rusunawa Dianggap Perlu untuk Atasi Kawasan Kumuh
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Permukiman, Kementerian PUPR Tata Kawasan Bungkutoko dan Petoaha
Gelandangan Bikin Kumuh...
Gelandangan Bikin Kumuh Ibu Kota, Paling Banyak di Jakbar
Berita Terkini
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
52 menit yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
3 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
4 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
4 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
6 jam yang lalu
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
7 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved