Politisi Anti-Islam Jerman Mengundurkan Diri setelah Masuk Islam

Kamis, 25 Januari 2018 - 00:05 WIB
Politisi Anti-Islam...
Politisi Anti-Islam Jerman Mengundurkan Diri setelah Masuk Islam
A A A
BERLIN - Seorang politisi senior partai anti-Islam Jerman mengundurkan diri dari jabatannya di parlemen setelah dia masuk Islam atau mualaf. Politisi bernama Arthur Wagner itu dikenal sebagai legislator senior Alternative for Germany (AfD), partai sayap kanan Jerman.

Wagner yang merupakan legislator dari AfD di Distrik Brandenburg, mengatakan pada 23 Januari 2018 bahwa dia memutuskan mengundurkan diri dari perannya di komite legislatif setelah keputusannya untuk masuk Islam.

Wagner dalam wawancaranya dengan Tagesspiegel, mengatakan bahwa itu keputusannya mengundurkan diri adalah ”masalah pribadi” dan dia menolak membahasnya lebih lanjut.

Politisi tersebut sebelumnya memiliki sikap anti-Muslim dan keberatan dengan kedatangan pengungsi ke Jerman yang berjumlah sekitar 1 juta orang pada tahun 2015.

Selama pemilu Jerman tahun 2017, dia mengatakan bahwa negaranya “bermutasi menjadi negara yang berbeda”. Semua itu, kata dia, berkat kesalahan besar yang dilakukan oleh Kanselir Angela Merkel untuk memungkinkan para pengungsi masuk.

Salah satu slogan utama kampanye AfD selama pemilu adalah bahwa ”Islam tidak termasuk di Jerman”.

Juru bicara AfD, Daniel Friese, berkomentar singkat terkait pemberitaan Wagner yang telah masuk Islam. ”Agama adalah masalah pribadi. Kami percaya pada kebebasan beragama sebagaimana tercantum dalam konstitusi,” katanya, yang dikutip Rabu (24/1/2018).

Namun, situs AfD masih menyatakan bahwa mereka melihat ideologi multikulturalisme sebagai ancaman serius bagi perdamaian sosial dan kesatuan budaya.

Dalam pemilu 2017, AfD berhasil memenangkan 94 dari 709 kursi di Bundestag Jerman. Jumlah raihan kursi parlemen itu meningkat 100 persen dari usaha pada pemilu sebelumnya.

Kubu CDU/CSU Angela Merkel masih nyaman dengan meraih kursi terbanyak di parlemen dalam pemilu 2017. Namun, kubu Merkel dipaksa melakukan perundingan koalisi untuk membentuk pemerintahan baru.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
45 menit yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
1 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
2 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
2 jam yang lalu
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
2 jam yang lalu
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
7 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved