Tentara Israel Serukan Pembentukan Unit Balas Dendam

Kamis, 18 Januari 2018 - 22:39 WIB
Tentara Israel Serukan...
Tentara Israel Serukan Pembentukan Unit Balas Dendam
A A A
TEL AVIV - Polisi militer Israel telah menemukan sebuah upaya perekrutan tentara untuk bergabung dengan sebuah unit yang dikhususkan melakukan balas dendam terhadap warga Palestina. Unit tidak resmi ini diserukan untuk dibentuk setelah kematian seorang pemukim pada pekan lalu, seperti dilaporkan oleh Jerusalem Post.

Polisi menemukan selebaran dengan logo tentara Israel di sebuah pangkalan militer pada hari Selasa, dengan sebuah header "Rahasia dan diklasifikasikan." Selebaran itu menyatakan pemberitahuan tentang pembentukan unit khusus untuk tindakan membalas dendam.

"Sebagai tanggapan atas pembunuhan mengerikan yang terjadi di Havat Gilad, dan sebagai balas dendam atas tumpahan darah Rabbi Raziel Shevach, semoga Tuhan membalas dendam atas darahnya, sebuah unit tindakan membalas dendam sedang dimulai kembali untuk memulihkan kehormatan nasional," bunyi selebaran tersebut, mengadvokasi relawan untuk menyerang warga Palestina.

"Dengan daya dan kekuatan yang akan kita lawan, kita akan menyerang dengan keras, kita akan menyerang dengan keras dan kita akan menang," sambung tulisan itu seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (18/1/2018).

Sebuah nomor kontak disediakan untuk informasi lebih lanjut, namun selebaran tersebut agar menyarankan sukarelawan untuk tidak melakukan kontak melalui jalur tentara resmi.

Militer Israel telah dilaporkan melancarkan penyelidikan dan seorang tentara ditangkap karena dicurigai telah menghasilkan selebaran tersebut serta mendistribusikannya ke sebuah pangkalan militer.

Sebagai akibat dari kematian pemimpin pemukim Rabbi Meir Goldmintz, beberapa menteri Israel juga menyerukan pembalasan atas serangan tersebut, namun dalam bentuk pembangunan permukiman.

"Kita harus jelas bahwa setiap pembunuhan akan segera dipenuhi (penyelesaian) konstruksi. Mengatur status Havat Gilad dan bangunan di sana adalah harga paling menyakitkan yang bisa dilakukan Israel untuk mencegah teroris melakukan serangan berikutnya," kata Menteri Pendidikan Naftali Bennett.

Setelah penembakan tersebut, pasukan pendudukan Israel melakukan penggerebekan di beberapa desa Palestina di wilayah Nablus dan memberlakukan larangan pembatasan terhadap penduduk, mencegah mereka memasuki wilayah lokal.

Tadi malam, setidaknya satu orang Palestina terbunuh dalam sebuah serangan oleh tentara Israel di kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki. Seorang pejabat kementerian kesehatan Palestina mengidentifikasi orang tersebut tewas saat Ahmed Jarrar, seorang anggota Hamas, yang oleh Israel diklaim melakukan serangan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
31 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
2 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
3 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved