Damaskus Peringatkan Turki Soal Operasi Militer Baru di Suriah
Kamis, 18 Januari 2018 - 21:13 WIB
Damaskus Peringatkan Turki Soal Operasi Militer Baru di Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah memperingatkan Turki untuk tidak meluncurkan operasi militer di wilayah Afrin yang berada di utara Suriah dan mengatakan bahwa pertahanan udara Suriah siap untuk menghalau serangan semacam itu.
"Kami memperingatkan pemimpin Turki bahwa jika mereka memulai operasi tempur di wilayah Afrin, itu akan dianggap sebagai tindakan agresi oleh tentara Turki," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Meqdad.
"Pertahanan udara Suriah telah memulihkan kekuatan mereka dan mereka siap untuk menghancurkan target Turki di langit Suriah," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (18/1).
Dia kemudian mengatakan, keberadaan pasukan Turki di Suriah adalah sebuah tindakan ilegal, dan hal ini dapat mempersulit posisi Turki sebagai penjamin dalam pembicaraan damai Suriah.
"Kehadiran pasukan Turki di wilayah Suriah jelas ditolak. Tindakan militer oleh Ankara akan mempersulit perannya sebagai partai untuk usaha diplomatik dan menempatkannya pada tingkat yang sama dengan kelompok teroris," tukasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Rusia dan Iran dalam operasi yang mereka lakukan di Afrin. Operasi di Afrin menargetkan saya militer Kurdi Suriah.
"Kami memperingatkan pemimpin Turki bahwa jika mereka memulai operasi tempur di wilayah Afrin, itu akan dianggap sebagai tindakan agresi oleh tentara Turki," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Meqdad.
"Pertahanan udara Suriah telah memulihkan kekuatan mereka dan mereka siap untuk menghancurkan target Turki di langit Suriah," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (18/1).
Dia kemudian mengatakan, keberadaan pasukan Turki di Suriah adalah sebuah tindakan ilegal, dan hal ini dapat mempersulit posisi Turki sebagai penjamin dalam pembicaraan damai Suriah.
"Kehadiran pasukan Turki di wilayah Suriah jelas ditolak. Tindakan militer oleh Ankara akan mempersulit perannya sebagai partai untuk usaha diplomatik dan menempatkannya pada tingkat yang sama dengan kelompok teroris," tukasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu menyatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan Rusia dan Iran dalam operasi yang mereka lakukan di Afrin. Operasi di Afrin menargetkan saya militer Kurdi Suriah.
(esn)