PLO Serukan PBB Gelar Konferensi untuk Palestina Merdeka
Minggu, 14 Januari 2018 - 13:15 WIB
PLO Serukan PBB Gelar Konferensi untuk Palestina Merdeka
A
A
A
RAMALLAH - PBB diserukan untuk mengadakan sebuah konferensi internasional untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang telah terjadi selama beberapa dekade. Seruan itu dilontarkan oleh Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Kantor berita resmi WAFA Palestina melaporkan bahwa Komite tersebut mengadakan pertemuan di Ramallah menjelang pertemuan dewan pusat PLO pada hari ini, Minggu (14/1/2018).
Dalam sebuah pernyataan, Komite meminta masyarakat internasional mengadakan konferensi internasional di bawah naungan PBB untuk menjamin berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya seperti dikutip dari Anadolu.
Desember lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan sebuah pertemuan Dewan Pusat PLO guna membahas langkah-langkah yang akan diambil terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Pada hari Jumat, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengatakan tidak akan menghadiri rapat dewan pusat PLO.
"Pertemuan tersebut akan diadakan di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, yang berarti bahwa pejabat senior Hamas tidak dapat hadir," kata seorang pejabat senior Hamas yang lebih memilih untuk tetap anonim.
Pada hari Selasa, gerakan Jihad Islam mengumumkan pada hari bahwa pihaknya tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut karena akan diadakan di sebuah kota yang diduduki Israel.
Kantor berita resmi WAFA Palestina melaporkan bahwa Komite tersebut mengadakan pertemuan di Ramallah menjelang pertemuan dewan pusat PLO pada hari ini, Minggu (14/1/2018).
Dalam sebuah pernyataan, Komite meminta masyarakat internasional mengadakan konferensi internasional di bawah naungan PBB untuk menjamin berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya seperti dikutip dari Anadolu.
Desember lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan sebuah pertemuan Dewan Pusat PLO guna membahas langkah-langkah yang akan diambil terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Pada hari Jumat, gerakan perlawanan Palestina Hamas mengatakan tidak akan menghadiri rapat dewan pusat PLO.
"Pertemuan tersebut akan diadakan di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, yang berarti bahwa pejabat senior Hamas tidak dapat hadir," kata seorang pejabat senior Hamas yang lebih memilih untuk tetap anonim.
Pada hari Selasa, gerakan Jihad Islam mengumumkan pada hari bahwa pihaknya tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut karena akan diadakan di sebuah kota yang diduduki Israel.
(ian)