Waswas Perang Pecah Tiap Saat, Tentara Korut Tidur Tanpa Lepas Sepatu

Jum'at, 12 Januari 2018 - 04:10 WIB
Waswas Perang Pecah...
Waswas Perang Pecah Tiap Saat, Tentara Korut Tidur Tanpa Lepas Sepatu
A A A
WASHINGTON - Para tentara Korea Utara (Korut) dilaporkan tidur tanpa melepas sepatu karena mereka waswas perang dengan Amerika Serikat (AS) bisa pecah setiap saat. Laporan itu diungkap pakar Rusia yang belum lama ini mengunjungi Pyongyang.

Alexander Vorontsov, kepala Institute of Oriental Studies of the Russia Academy of Sciences, mengunjungi Pyongyang pada November 2017. Dia telah berbicara dengan tokoh senior Korut tentang keseluruhan suasana hati di rezim Kim Jong-un.

Menurutnya, para tentara Korut tidak ragu bahwa konflik dengan AS akan pecah. Satu-satunya pertanyaan yang tersisa dalam benak para tentara dan diplomat rezim Kim Jong-un itu adalah kapan perang itu benar-benar terjadi.

Vorontsov menulis apa yang dia lihat dan dengar itu di situs 38North yang berbasis di AS. Menurut Vorontsov, diplomat Kementerian Luar Negeri Korut yakin bahwa Washington bertekad untuk berperang melawan Pyongyang, meski Korea Selatan optimistis konflik tak akan terjadi.

”Pejabat ini benar-benar bingung karena mayoritas penduduk Korsel tampaknya tidak memahami kenyataan bahwa pemerintahan Trump, terlepas dari risikonya, telah mendekati serangan preventif terhadap Korut,” tulis analis Rusia itu yang dikutip Jumat (12/1/2018).

Sejak Presiden Donald Trump memimpin Gedung Putih, perang kata-kata dengan Korea Utara telah meningkat. Trump dan Kim Jong-un kerap mengumbar hinaan dan retorika nuklir satu sama lain.

”Hanya satu pertanyaan yang tersisa: kapan akan terjadi perang?,” kata Vorontsov menirukan komentar diplomat Kementerian Luar Negeri Korut yang dia temui.

Pada awal 2018, Kim Jong-un mengumbar retorika nuklir dengan mengklaim memiliki tombol nuklir merah selalu tersedia di mejanya dan seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan. Komentar Kim itu dibalas Trump dengan mengatakan bahwa tombol nuklir Washington lebih besar dan kuat.

Namun, faktanya metafora tombol nuklir AS seperti itu sejatinya tidak ada. Kode perintah serangan nuklir oleh presiden AS berada dalam tas kerja yang dibawa perwira militer yang selalu berada di dekatnya.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
10 menit yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
43 menit yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
1 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
3 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
5 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
7 jam yang lalu
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved