Filep Karma, Simbol Bintang Kejora Papua dan Interogasi TNI....

Rabu, 10 Januari 2018 - 06:47 WIB
Filep Karma, Simbol...
Filep Karma, Simbol Bintang Kejora Papua dan Interogasi TNI....
A A A
JAKARTA - JAKARTA-Kelompok Human Rights Watch (HRW) menyoroti penahanan singkat Filep Karma, mantan tahanan politik pro-kemerdekaan Papua, oleh perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pekan lalu.

Pria yang dibebaskan pemerintah Indonesia tahun 2015 atas desakan PBB itu membuat aparat TNI marah. Musababnya, Filep Karma masih “membandel” mengenakan simbol Bintang Kejora, sebuah simbol yang digunakan kelompok separatis Papua Merdeka.

Simbol itu dia kenakan di kemejanya. Usai tiba di bandara, Filep Karma digiring tujuh perwira TNI Angkatan Udara yang salah satunya membawa senapan semi otomatis.

Perwira TNI yang menginterogasi Filep Karma bersikeras agar simbol Bintang Kejora dicopot. Dia juga ditanya apakah menjadi anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau tidak.

Pengakuan mantan tahanan politik selama interogasi itulah yang disorot HRW. Menurut Filep Karma, selama interogasi, petugas secara kasar melecehkannya. Dia mengaku diteriaki “baj***an”, “monyet” dan “orang tolol”.

Usai interogasi, lanjut Filep Karma, dia dipindahkan ke tahanan polisi bandara yang kemudian dibebaskan tanpa dipungut biaya.

Pria itu pernah menghabiskan 11 tahun di balik jeruji besi sejak tahun 2005 atas karena terlibat makar atau pengkhianatan. Tuduhan itu mengacu pada keterlibatannya dalam pengibaran bendera Bintang Kejora.

Pada bulan November 2011, Kelompok Kerja Anti-Penahanan Sewenang-wenang PBB menyatakan bahwa dia adalah seorang tahanan politik. Pihak PBB kemudian menuntut agar pemerintah Indonesia melepaskannya, segera dan tanpa syarat.

Pihak berwenang Indonesia akhirnya membebaskannya pada bulan November 2015.

“Human Rights Watch tidak mengambil posisi apakah Papua harus merdeka (atau tidak), tapi kami menentang pemenjaraan orang-orang yang secara damai mengekspresikan dukungan untuk penentuan nasib sendiri,” kata HRW dalam pernyataan yang dikutip SINDOnews dari situsnya, Rabu (10/1/2018).
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
2 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
6 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
7 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
8 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved