Bos CIA Sebut Kicauan Trump Buat Kim Jong-un Melunak
Senin, 08 Januari 2018 - 22:00 WIB
Bos CIA Sebut Kicauan Trump Buat Kim Jong-un Melunak
A
A
A
WASHINGTON - Direktur Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) atau CIA, Mike Pompeo menyatakan, pernyataan Presiden AS, Donald Trump melalui akun Twitternya, ditambah dengan pernyataan dari sejumlah institusi AS telah membuat Korea Utara (Korut) tertekan.
Pompeo, yang berbicara di acara "Face the Nation" mengatakan, kicauan Trump mengenai "tombol nuklir" telah membuat Kim Jon-un berjalan mundur, dan pada akhirnya setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Korea Selatan (Korsel).
Pada hari Selasa, Trump menulis di Twitter bahwa dia memiliki "tombol nuklir yang lebih kuat" daripada Kim Jong-un, yang menekankan bahwa tombol itu juga "jauh lebih besar" dan "berhasil," sebagai respon atas ancaman yang diungkapkan oleh Pyongyang.
Menurut Pompeo, tweet tersebut bersama dengan pernyataan oleh institusi negara AS membuat kebijakan Washington untuk menolak status nuklir Pyongyang semakin jelas, dan tegas.
"Dia (Trump) mencari pijakan untuk berjalan sendiri, ini akan tapi sepenuhnya sesuai dengan aktivitas historisnya. Ketika dia melihat ancaman itu, dia mencoba untuk menenangkannya. Dan Anda dapat memastikan bahwa pemerintahan ini tidak akan menjadi masuk perangkap yang sama dengan yang dilakukan oleh administrasi sebelumnya," ucap Pompeo, seperti dilansir Sputnik pada Senin (8/1).
Sebelumnya, Pompeo sempat menyatakkan bahwa dia percaya Korut dapat memberikan ancaman langsung terhadap AS. Dia menuturkan, dalam beberapa bulan ke depan Korut mungkin akan memiliki teknologi yang memungkinkan mereka untuk menyerang daratan AS.
Pompeo, yang berbicara di acara "Face the Nation" mengatakan, kicauan Trump mengenai "tombol nuklir" telah membuat Kim Jon-un berjalan mundur, dan pada akhirnya setuju untuk melakukan pembicaraan dengan Korea Selatan (Korsel).
Pada hari Selasa, Trump menulis di Twitter bahwa dia memiliki "tombol nuklir yang lebih kuat" daripada Kim Jong-un, yang menekankan bahwa tombol itu juga "jauh lebih besar" dan "berhasil," sebagai respon atas ancaman yang diungkapkan oleh Pyongyang.
Menurut Pompeo, tweet tersebut bersama dengan pernyataan oleh institusi negara AS membuat kebijakan Washington untuk menolak status nuklir Pyongyang semakin jelas, dan tegas.
"Dia (Trump) mencari pijakan untuk berjalan sendiri, ini akan tapi sepenuhnya sesuai dengan aktivitas historisnya. Ketika dia melihat ancaman itu, dia mencoba untuk menenangkannya. Dan Anda dapat memastikan bahwa pemerintahan ini tidak akan menjadi masuk perangkap yang sama dengan yang dilakukan oleh administrasi sebelumnya," ucap Pompeo, seperti dilansir Sputnik pada Senin (8/1).
Sebelumnya, Pompeo sempat menyatakkan bahwa dia percaya Korut dapat memberikan ancaman langsung terhadap AS. Dia menuturkan, dalam beberapa bulan ke depan Korut mungkin akan memiliki teknologi yang memungkinkan mereka untuk menyerang daratan AS.
(esn)