Rouhani Sebut Iran Tidak Mentolelir Demonstrasi dengan Kekerasan
Senin, 01 Januari 2018 - 13:27 WIB
Rouhani Sebut Iran Tidak Mentolelir Demonstrasi dengan Kekerasan
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan, dia tidak mempersalahkan adanya aksi demonstrasi, selama itu berlangsung dengan damai. Namun, ia menegaskan tidak akan mentolelir berbagai macam aksi yang dibumbui oleh kekerasan.
Melalui akun twitternya, Rouhani menyatakan demonstrasi, atau aksi protes terhadap pemerintah adalah hak konstitusional masyarakat Iran. Namun itu hanya berlaku jika aksi tersebut berlangsung damai.
"Protes, kritik, adalah hak konstitusional rakyat Iran. Kritik berbeda dengan kekerasan, (kekerasan) menimbulkan kerusakan pada khasiat publik," kata Rouhani, seperti dilansir Sputnik pada Senin (1/1).
Seperti diketahui, sejak Kamis lalu aksi demonstrasi anti pemerintah berlangsung di Iran. Protes politik secara terbuka sejatinya jarang terjadi di Iran, di mana dinas keamanan ada dimana-mana.
Namun, ada banyak ketidakpuasan atas tingginya tingkat pengangguran, inflasi dan dugaan korupsi. Beberapa aksi protes yang baru terjadi telah mengubah isu-isu politik termasuk keterlibatan mahal Iran dalam konflik regional seperti konflik di Suriah dan Irak.
Aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran dilaporkan telah memakan korban. Sebuah rekaman video yang beredar di lini masa menunjukkan dua pemuda terbaring tak bergerak di tanah, dipenuhi darah. Sulih suara mengatakan bahwa mereka telah ditembak mati oleh polisi anti huru hara yang menembaki pemrotes.
Seorang pejabat Iran mengatakan dua demonstran yang sebelumnya dilaporkan tewas menjadi korban dari agen intelijen asing bukan polisi. Insiden itu terjadi di kota Dorud pada Sabtu malam saat demonstrasi anti pemerintah terlibat bentrokan dengan kepolisian.
Melalui akun twitternya, Rouhani menyatakan demonstrasi, atau aksi protes terhadap pemerintah adalah hak konstitusional masyarakat Iran. Namun itu hanya berlaku jika aksi tersebut berlangsung damai.
"Protes, kritik, adalah hak konstitusional rakyat Iran. Kritik berbeda dengan kekerasan, (kekerasan) menimbulkan kerusakan pada khasiat publik," kata Rouhani, seperti dilansir Sputnik pada Senin (1/1).
Seperti diketahui, sejak Kamis lalu aksi demonstrasi anti pemerintah berlangsung di Iran. Protes politik secara terbuka sejatinya jarang terjadi di Iran, di mana dinas keamanan ada dimana-mana.
Namun, ada banyak ketidakpuasan atas tingginya tingkat pengangguran, inflasi dan dugaan korupsi. Beberapa aksi protes yang baru terjadi telah mengubah isu-isu politik termasuk keterlibatan mahal Iran dalam konflik regional seperti konflik di Suriah dan Irak.
Aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran dilaporkan telah memakan korban. Sebuah rekaman video yang beredar di lini masa menunjukkan dua pemuda terbaring tak bergerak di tanah, dipenuhi darah. Sulih suara mengatakan bahwa mereka telah ditembak mati oleh polisi anti huru hara yang menembaki pemrotes.
Seorang pejabat Iran mengatakan dua demonstran yang sebelumnya dilaporkan tewas menjadi korban dari agen intelijen asing bukan polisi. Insiden itu terjadi di kota Dorud pada Sabtu malam saat demonstrasi anti pemerintah terlibat bentrokan dengan kepolisian.
(esn)