Gara-gara Telepon Usil, Polisi Tembak Mati Pria Tidak Berdosa

Sabtu, 30 Desember 2017 - 17:09 WIB
Gara-gara Telepon Usil,...
Gara-gara Telepon Usil, Polisi Tembak Mati Pria Tidak Berdosa
A A A
WASHINGTON - Seorang perwiran polisi di Kansas menembak dan membunuh seorang pria tidak berdosa dan tidak bersenjata. Insiden itu terjadi setelah seseorang melakukan aksi usil dengan menelpon nomor gawat darurat, mengaku telah membunuh ayahnya dan menahan sandera di rumah korban.

"Pria berusia 28 tahun itu tewas dalam sebuah baku tembak dengan polisi, beberapa menit setelah mereka menerima panggilan pada Kamis malam," kata Kepala Polisi Wichita Capital, Troy Livingston, dalam sebuah konferensi pers seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (30/12/2017).

Pihak berwenang kemudian mengetahui bahwa telepon tersebut adalah tipuan, yang dikenal dengan swatting, di mana orang secara salah melaporkan keadaan darurat kepada pihak berwenang yang memerlukan tanggapan polisi, biasanya oleh tim Senjata Khusus dan Taktik, atau SWAT.

Dalam beberapa insiden swatting di seluruh negeri, gamer online telah dituduh oleh pihak berwenang sebagai pelaku yang kerap melakukan panggilan tersebut.

Insiden itu bermula ketika pukul 6 sore pada hari Kamis, kiriman kilat di Wichita menerima telepon dari seorang pria yang mengatakan bahwa dia baru saja menembaki ayahnya dan dia menahan ibu dan adiknya untuk disandera.

"Saya sudah menuangkan bensin ke seluruh rumah, saya mungkin akan menyalakannya," katanya kepada petugas operator, menurut rekaman panggilan yang dipublikasikan.

Livingston mengatakan petugas polisi Wichita menanggapi panggilan tersebut, mengelilingi sebuah rumah di sisi barat kota.

"Ketika insiden tersebut terjadi, seorang pria berusia 28 tahun membuka pintu depan dan berdiri di ambang pintu atau tepat di luar pintu itu," ujarnya.

"Petugas memberinya beberapa perintah lisan untuk mengangkat tangannya dan berjalan ke arah mereka," sambungnya.

Seorang petugas polisi melepaskan tembakan, menembak sekali, setelah pria itu mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah senjata ke petugas. Polisi kemudian memasuki rumah tersebut dan tidak menemukan seorang pun meninggal, terluka dan tidak ada sandera di dalamnya.

"Penembakan adalah tindakan tragis dan tidak masuk akal. Tindakan yang tidak bertanggung jawab dari seorang yang suka usil membuat orang hidup dalam bahaya. Insiden ini adalah mimpi buruk bagi semua orang yang terlibat," kata Livingston.

Anggota keluarga mengatakan kepada surat kabar Wichita Eagle bahwa Andrew Finch, ayah dari dua orang anak, adalah orang yang terbunuh.

"Orang yang membuat panggilan telepon membawa keponakan saya ... ayah dari dua anak-anak," kata bibi Finch, Lorrie Hernandez-Caballero, mengatakan kepada surat kabar tersebut.

"Bagaimana rasanya menjadi pembunuh? Saya tidak percaya orang melakukan ini dengan sengaja," ucapnya lirih.

Livingston mengatakan otoritas lokal dan pihak federal sedang mencari penelepon yang bertanggung jawab atas aksi mematikan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
23 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
2 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved