Empat Tahun Kekeringan, Ribuan Warga Israel Berdoa Minta Hujan

Sabtu, 30 Desember 2017 - 11:41 WIB
Empat Tahun Kekeringan,...
Empat Tahun Kekeringan, Ribuan Warga Israel Berdoa Minta Hujan
A A A
YERUSALEM - Sedikitnya 2.500 orang ikut serta dalam doa massal di Tembok Ratapan meminta hujan. Mereka melakukan seruan Menteri Pertanian Israel untuk berdoa 'merobek langit' untuk mengakhiri kekeringan yang melanda negara Zionis selama empat tahun.

Petani, presiden Serikat Petani Israel dan juga otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut, yang diwakili oleh kepala rabbi David Lau dan Yitzhak Yosef, turut hadir dalam doa massal tersebut seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (30/12/2017).

Prakiraan cuaca jangka panjang baru-baru ini oleh Pusat Prakiraan Cuaca Eropa menunjukkan bahwa Israel harus kembali bersiap menghadapi musim dingin yang kering. Prakiraan itu menyebut kemungkinan hujan tidak turun sebesar 64,7%.

Menanggapi hal ini, Menteri Pertanian Israel Uri Ariel mengundang para petani dan masyarakat umum untuk berdoa massal di Tembok Ratapan dengan harapan bisa “merobek langit”.

Baca juga:
Kekeringan, Menteri Israel Serukan Doa Massal 'Merobek Langit'


Seruan kepada publik yang agak aneh ini telah menarik reaksi balik. Sejumlah kritik mencela seruan Ariel yang dianggap bergantung kepada kekuatan yang lebih tinggi untuk mengatasi masalah yang dimandatkan kepadanya guna dikelola.

Ariel pun membela diri dengan mengungkap sejumlah catatan prestasi kementeriannya. Ia juga mengungkap langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi cuaca yang berubah-ubah, memperkenalkan tanaman hemat air dan mempromosikan penggunaan air secara efisien.

Menjelang bulan-bulan kekeringan yang menjulang, yang tahun lalu disertai dengan kebakaran hebat, versi agak eksotis yang mengaku bisa menjelaskan akar penyebab fenomena alam ini pun muncul.

Pekan lalu, saudara ipar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa kekeringan adalah hukuman ilahi untuk kesepakatan pertukaran narapidana. Pernyataan ini merujuk pada pertukaran tentara Israel Gilad Shalit yang ditawan oleh Hamas dengan imbalan lebih dari 1.000 tahanan Palestina pada tahun 2011.

"Saya bertanya pada diri sendiri apa yang terjadi lima atau enam tahun yang lalu, yang rupanya menyebabkan kemarahan besar di langit. Skandal hebat dan dosa kolektif semua orang Israel - pembebasan teroris dalam kesepakatan Shalit," ujar Dr. Ben-Artzi.
(ian)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
14 menit yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
1 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
2 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
3 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
4 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
4 jam yang lalu
Infografis
128.000 Warga Israel...
128.000 Warga Israel Dukung Penghentian Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved