Dituding Dalang Ransomware, Korut Tantang AS Berikan Bukti
Selasa, 26 Desember 2017 - 11:38 WIB
Dituding Dalang Ransomware, Korut Tantang AS Berikan Bukti
A
A
A
NEW YORK - Dubes Korea Utara (Korut) untuk PBB menuntut Washington untuk memberikan bukti yang mendukung tuduhan Pyongyang berada di balik serangan ransomware WannaCry. Korut menyebut tuduhan tersebut sebagai sebuah provokasi tidak berdasar yang digunakan untuk menimbulkan ketegangan.
Pak Song Il mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dengan Associated Press dari New York bahwa Pyongyang melihat tuduhan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan sebuah atmosfir yang sangat konfrontatif.
"Jika mereka begitu yakin, tunjukkan bukti kepada kami," katanya seperti dikutip dari Time, Selasa (26/12/2017).
Serangan ransomware WannaCry menginfeksi ratusan ribu komputer di seluruh dunia dan melumpuhkan sebagian Layanan Kesehatan Nasional Inggris pada bulan Mei lalu.
Penasihat keamanan Amerika Serikat (AS), Tom Bossert, menulis dalam sebuah opini di Wall Street Journal yang diterbitkan minggu lalu bahwa pemerintah AS telah menetapkan Korut berada di balik serangan WannaCry. Ia mengatakan, temuan tanggung jawabnya didasarkan pada bukti yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah lain dan perusahaan swasta, termasuk Inggris dan Microsoft.
Ia menulis bahwa Korut akan bertanggung jawab atas serangan yang sempat membuat heboh tersebut.
Media pemerintah Korut dengan cepat mengecam tuduhan tersebut, mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan mentolerir klaim "ceroboh" semacam itu. Media Korut lanyas menyebut klaim Bossert sebagai provokasi politik yang serius dan bersumpah untuk membalasnya.
Pejabat di Washington dan Seoul telah menuduh Korut meluncurkan serangkaian serangan cyber dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment terkait film "The Interview," sebuah komedi hitam tentang sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korut Kim Jong-un.
Korut juga membantah tuduhan tersebut.
Pak Song Il mengatakan dalam sebuah wawancara telepon dengan Associated Press dari New York bahwa Pyongyang melihat tuduhan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan sebuah atmosfir yang sangat konfrontatif.
"Jika mereka begitu yakin, tunjukkan bukti kepada kami," katanya seperti dikutip dari Time, Selasa (26/12/2017).
Serangan ransomware WannaCry menginfeksi ratusan ribu komputer di seluruh dunia dan melumpuhkan sebagian Layanan Kesehatan Nasional Inggris pada bulan Mei lalu.
Penasihat keamanan Amerika Serikat (AS), Tom Bossert, menulis dalam sebuah opini di Wall Street Journal yang diterbitkan minggu lalu bahwa pemerintah AS telah menetapkan Korut berada di balik serangan WannaCry. Ia mengatakan, temuan tanggung jawabnya didasarkan pada bukti yang telah dikonfirmasi oleh pemerintah lain dan perusahaan swasta, termasuk Inggris dan Microsoft.
Ia menulis bahwa Korut akan bertanggung jawab atas serangan yang sempat membuat heboh tersebut.
Media pemerintah Korut dengan cepat mengecam tuduhan tersebut, mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan mentolerir klaim "ceroboh" semacam itu. Media Korut lanyas menyebut klaim Bossert sebagai provokasi politik yang serius dan bersumpah untuk membalasnya.
Pejabat di Washington dan Seoul telah menuduh Korut meluncurkan serangkaian serangan cyber dalam beberapa tahun terakhir, termasuk peretasan terhadap Sony Pictures Entertainment terkait film "The Interview," sebuah komedi hitam tentang sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korut Kim Jong-un.
Korut juga membantah tuduhan tersebut.
(ian)