Erdogan pada Trump: Anda Tidak Bisa Membeli Suara Kami
Kamis, 21 Desember 2017 - 21:22 WIB
Erdogan pada Trump: Anda Tidak Bisa Membeli Suara Kami
A
A
A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyip Erdogan menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pesan ini terkait dengan ancaman yang disampaikan oleh Trump kepada negara-negara PBB, di mana Trump akan memutus bantuan kepada negara yang menyetujui resolusi mengenai Yerusalem.
Erdogan menyatakan, Trump tidak akan bisa membeli suara Turki dengan uang mereka. Dia menegaskan, dukungan Turki terhadap Palestina adalah mutlak dan tidak akan bisa digoyahkan oleh ancaman semacam ini.
"Trump, Anda tidak dapat membeli kehendak demokratis Turki dengan dolar Anda", kata Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/12).
"Saya berharap dan berharap AS tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan dari sana (negara-negara PBB) dan dunia akan memberikan pelajaran yang sangat bagus untuk AS," sambungnya.
Sebelumnya, Palestina menyatakan apa yang dilakukan Trump adalah sebuan bentuk pemerasan dan serangan langsung terhadap kedaualatan negara-negara anggota PBB. "Kami berharap negara-negara dunia akan menghadapi ancaman AS," ucap juru bicara Fatah Osama al-Qawasm.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuturkan pihaknya dengan tegas menolak pembahasan resolusi mengenai Yerusalem di PBB, dan kembali menyatakan langkah AS sudah benar, karena menurutnya Yerusalem adalah Ibu Kota Israel sejak dahulu kala.
Erdogan menyatakan, Trump tidak akan bisa membeli suara Turki dengan uang mereka. Dia menegaskan, dukungan Turki terhadap Palestina adalah mutlak dan tidak akan bisa digoyahkan oleh ancaman semacam ini.
"Trump, Anda tidak dapat membeli kehendak demokratis Turki dengan dolar Anda", kata Erdogan dalam sebuah pidato di Ankara, seperti dilansir Reuters pada Kamis (21/12).
"Saya berharap dan berharap AS tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan dari sana (negara-negara PBB) dan dunia akan memberikan pelajaran yang sangat bagus untuk AS," sambungnya.
Sebelumnya, Palestina menyatakan apa yang dilakukan Trump adalah sebuan bentuk pemerasan dan serangan langsung terhadap kedaualatan negara-negara anggota PBB. "Kami berharap negara-negara dunia akan menghadapi ancaman AS," ucap juru bicara Fatah Osama al-Qawasm.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuturkan pihaknya dengan tegas menolak pembahasan resolusi mengenai Yerusalem di PBB, dan kembali menyatakan langkah AS sudah benar, karena menurutnya Yerusalem adalah Ibu Kota Israel sejak dahulu kala.
(esn)