Saudi: Sulit Gantikan Posisi AS sebagai Mediator Israel-Palestina

Kamis, 21 Desember 2017 - 00:40 WIB
Saudi: Sulit Gantikan...
Saudi: Sulit Gantikan Posisi AS sebagai Mediator Israel-Palestina
A A A
JAKARTA - Arab Saudi menyatakan sulit untuk menggantikan posisi Amerika Serikat (AS) sebagai mediator konflik Israel dan Palestina. Sejumlah pihak, termasuk Israel meminta Saudi untuk maju sebagai mediator perdamaian Timur Tengah menggantikan AS.

Washington dinilai banyak pihak sudah tidak lagi netral karena mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sementara itu, Israel menyebut AS sampai saat ini tidak memiliki kerangka jelas mengenai proses perdamaian itu sendiri dan menyerukan Saudi yang dianggap sebagai pemimpin negara Arab untuk mengambil inisiatif dan menggeser posisi AS.

Menurut Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi, suatu kehormatan bagi pihaknya untuk bisa menggantikan posisi AS. Namun, ia menyebut hal itu cukup sulit dilakukan karena Saudi juga bukanlah negara yang netral dalam isu ini.

"Tentu akan sangat menyenangkan jika Arab Saudi mengambil posisi dan peran tersebut. Akan tetapi sangat tidak mungkin, semua orang tahu Arab Saudi selalu ada di pihak Palestina," ujar Osama.

"Selain itu, Saudi tidak punya hubungan dengan Israel dalam bentuk diplomatik atau politik. Tidak mungkin kami jadi penengah," sambungnya, saat melakukan pertemuan dengan awak media di kediamanya di bilangan Menteng, Jakarta, pada Rabu (20/12/2017).

Dikesempatan yang sama Osama juga angkat suara mengenai kabar Saudi menawarkan Kota Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina pengganti Yerusalem Timur. Tawaran itu disebut-sebut disampaikan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al Saud, saat bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Riyadh beberapa waktu lalu.

Osama menyatakan kabar tersebut tidaklah benar. "Mengenai rumor itu semuanya memiliki sikap yang sama. Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina," tegas Osama.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
18 menit yang lalu
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
2 jam yang lalu
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
3 jam yang lalu
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
4 jam yang lalu
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
5 jam yang lalu
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
6 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved