Jerman Perketat Keamanan Pasar Natal

Sabtu, 16 Desember 2017 - 16:26 WIB
Jerman Perketat Keamanan...
Jerman Perketat Keamanan Pasar Natal
A A A
BERLIN - Jerman memperketat keamanan di pasar Natal di seluruh negara itu setahun setelah serangan truk mematikan di pasar Natal Berlin. Aksi itu membuat Kanselir Jerman Angela Merkel menuai kecaman dari kerabat korban karena penanganan kasus tersebut.

Anis Amri, seorang pencari suaka Tunisia yang mempunyai hubungan dengan ISIS, membajak sebuah truk pada 19 Desember dengan cara membunuh supir truk tersebut. Ia kemudian membawa dan menabrakkannya ke sebuah pasar Natal di Berlin yang penuh sesak. Serangan ini menewaskan 11 orang dan melukai puluhan lainnya.

Sekitar 2.600 pasar Natal dibuka kembali pada akhir November dengan menambahkan staf keamanan untuk berpatroli dan rintangan beton untuk melindungi pembeli seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (16/12/2017).

Merkel minggu ini melakukan kunjungan mendadak ke lokasi serangan tersebut, di mana tugu peringatan permanen untuk para korban akan diresmikan pada hari Selasa. Sebelumnya, pada hari Senin, ia akan bertemu dengan kerabat korban. Banyak di antaranya mengatakan bahwa mereka merasa ditelantarkan oleh pemerintah setelah serangan tersebut.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Merkel yang dipublikasikan di majalah Der Spiegel bulan ini, korban dan orang-orang yang selamat mengeluhkan bahwa kanselir Jerman tidak bertemu dengan mereka secara pribadi.

Kurt Beck, seorang politikus Sosial Demokrat yang mewakili korban dan korban selamat, mengatakan kepada wartawan bahwa penanganan Merkel terhadap tragedi tersebut berbeda dengan bagaimana pemerintah Prancis menanggapi serangan teroris di Paris.

Dia juga mengecam apa yang dia sebut sebagai kasus yang "tidak dapat dipercaya" di mana keluarga satu korban dikirimi sebuah tagihan otopsi dan kemudian diburu oleh debt collector.

"Ada insiden yang tidak boleh diulang," kata Beck, mendesak pemerintah untuk meningkatkan kompensasi bagi kerabat korban dan korban selamat.

Pejabat Jerman mengatakan bahwa mereka telah memperketat keamanan dan meningkatkan pembagian informasi di antara pasukan keamanan setelah penyelidikan mengungkapkan sejumlah kegagalan dalam kasus Amri.

Namun para ahli mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

"Kerjasama antara badan intelijen dan otoritas kepolisian harus diperbaiki," kata Malte Roschniski, seorang pakar keamanan Berlin.
(ian)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 menit yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
1 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
2 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
3 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
4 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved