Hamas Bersumpah Runtuhkan Pengakuan AS Terhadap Yerusalem

Jum'at, 15 Desember 2017 - 11:37 WIB
Hamas Bersumpah Runtuhkan...
Hamas Bersumpah Runtuhkan Pengakuan AS Terhadap Yerusalem
A A A
GAZA - Pemimpin kelompok gerakan Islam Hamas berjanji akan "membalikkan" pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal itu diungkapkannya dihadapan puluhan ribu orang Palestina, termasuk ratusan orang bersenjata, yang berkumpul di Gaza untuk memperingati 30 berdirinya kelompok itu.

"Kami akan menjatuhkan keputusan Trump. Tidak ada negara adikuasa yang mampu menawarkan Yerusalem kepada Israel, tidak ada Israel yang seharusnya memiliki ibu kota bernama Yerusalem. Jiwa kita, darah kita, anak-anak kita dan rumah kita adalah korban untuk Yerusalem," pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan pada demonstrasi di Kota Gaza seperti dikutip dari dari Reuters, Jumat (15/12/2017).

"Kami berbaris menuju Yerusalem, mengorbankan jutaan martir sepanjang perjalanan," imbuh Haniyeh yang disambut semua orang mengulangi seruannya.

Sebelumnya Hamas mengumumkan dimulainya "intifada" ketiga, mengatakan bahwa penembakan roket yang ditujukan pada Israel dari wilayah Palestina adalah masalah hak membela diri bagi orang-orang Palestina dan bahwa gerakan tersebut telah diprovokasi oleh Amerika Serikat.

Baca juga:
Pemimpin Hamas Serukan Intifada Baru Melawan Israel


Seperti diketahui, Presiden Trump pada Rabu pekan lalu membuat pengumuman di Gedung Putih yang menyebut Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Presiden AS itu mengatakan, pengakuan yang disampaikannya sebenarnya sudah terlambat.

Keputusan itu dipuji oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, namun dikecam sebagian besar masyarakat internasional, terutama dunia Arab dan Muslim.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Arab dalam perang Timur Tengah 1967. Negara Zionis ini kemudian mencaploknya, dan menyatakan seluruh kota sebagai Ibukotanya - sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka yang ingin mereka bangun di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza.

Perundingan damai Israel-Palestina telah dibekukan sejak tahun 2014, meskipun penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner memimpin upaya Trump untuk memulai kembali usaha mereka namun sejauh ini upaya tersebut menunjukkan sedikit kemajuan.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
29 menit yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
1 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
2 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
3 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
3 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved