Netanyahu: Akan Banyak Negara yang Mengakui Yerusalem

Kamis, 14 Desember 2017 - 14:29 WIB
Netanyahu: Akan Banyak...
Netanyahu: Akan Banyak Negara yang Mengakui Yerusalem
A A A
TEL AVIV - Sejumlah negara diyakini akan mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Keyakinan itu disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Pada akhirnya, kebenaran akan menang, dan banyak negara akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan juga akan memindahkan kedutaan mereka di sana," kata Netanyahu, kepada anggota badan intelijen Israel Mossad di kediaman presiden di Yerusalem Barat.

Ucapannya muncul setelah Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengeluarkan sebuah deklarasi pada hari Rabu untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. "Deklarasi Istanbul", yang disebut "Freedom for Jerusalem", dikeluarkan setelah sebuah pertemuan puncak yang luar biasa diadakan di Istanbul.

Deklarasi tersebut meminta dunia untuk mengakui Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina yang diduduki.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada pertemuan OKI di Istanbul bahwa negaranya tidak akan menerima peran AS di masa depan dalam proses perdamaian Timur Tengah.

Netanyahu menolak seruan OKI itu, mengatakan bahwa dia tidak terkesan dengan pernyataan terkait Yerusalem. Dia mengklaim bahwa Israel mempertahankan penghormatan di Yerusalem atas kebebasan beribadah untuk semua agama.

"Orang-orang Palestina akan lebih baik dengan mengakui kenyataan dan bertindak demi perdamaian dan bukan ekstremisme," katanya seperti dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (14/12/2017).

KTT dan deklarasi akhir yang luar biasa datang sebagai tanggapan atas pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel pekan lalu.

Sekretaris Jenderal OKI Yousef bin Ahmad al-Othaimeen mengulangi seruannya kepada negara-negara yang tidak mengakui Palestina sebagai negara berdaulat untuk melakukannya.

Menyangkal langkah AS atas Yerusalem, Othaimeen mengatakan bahwa hal itu menghancurkan peran AS sebagai mediator bagi proses perdamaian. Dia mengingatkan bahwa langkah tersebut akan memicu kekerasan di wilayah tersebut.

Yerusalem tetap menjadi inti konflik Israel-Palestina, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang saat ini diduduki oleh Israel - pada akhirnya akan menjadi Ibu Kota negara Palestina.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
11 menit yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
58 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
3 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved