Thailand Hentikan Bisnis dengan Korut

Rabu, 13 Desember 2017 - 11:16 WIB
Thailand Hentikan Bisnis...
Thailand Hentikan Bisnis dengan Korut
A A A
BANGKOK - Tidak ada perdagangan yang terjadi antara Thailand dan Korea Utara (Korut). Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha menegaskan, kebijakan itu kemarin menjelang kunjungan utusan Amerika Serikat (AS) yang membawa misi meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang.

AS mendesak negara-negara Asia Tenggara mengambil langkah lebih banyak untuk memutus aliran dana ke Korut seiring meningkatnya ketegangan terkait program senjata Pyongyang.

“Thailand menjamin bahwa kami mematuhi resolusi Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB),” ungkap PM Prayuth Chan-ocha dikutip kantor berita Reuters, kemarin.

Dia menambahkan, “Ada sejumlah laporan tentang perahu-perahu Korut di perairan kami. Saya melarang mereka sejak lama. Tidak ada perdagangan di sana.” Utusan khusus AS untuk kebijakan Korut Joseph Yun akan berada di Bangkok pekan ini membahas langkah meningkatkan tekanan pada Korut.

Saat berada di Bangkok, Agustus lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Rex Tillerson menekan Thailand yang merupakan aliansi lama AS di Asia agar bertindak lebih keras terhadap Pyongyang.

Saat ini AS yakin perusahaan-perusahaan Korut aktif di Thailand. AS mendesak Thailand untuk menutup perusahaan-perusahaan itu. Setelah kunjungan Tillerson, Kementerian Perdagangan Thailand menyatakan perdagangan dengan Korut telah turun hingga 94% sejak tahun sebelumnya.

Tidak ada rincian data perdagangan tersebut. Korut telah menguji rudal balistik antarbenua bulan lalu. Pyongyang mengklaim rudal tersebut bisa mencapai seluruh wilayah AS dan dapat dipasangi hulu ledak nuklir.

Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan untuk membahas program rudal dan nuklir Korut pada Jumat (15/12/2017).

Sementara sejumlah jet tempur F-15 milik Jepang menggelar latihan dengan pesawat B1-B bomber, F-35, dan F-18 milik AS di atas Laut China Timur dan selatan Semenanjung Korea. Latihan itu merupakan terbesar dalam serangkaian latihan yang bertujuan menekan Korut.

“Latihan ini berarti memperkuat operasi gabungan dan meningkatkan keahlian tempur,” kata pernyataan Pasukan Pertahanan Bela Diri Udara Jepang (ASDF). (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
18 menit yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
43 menit yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
2 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
2 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
6 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved