Hitler Ternyata Pernah Buat Senjata Setinggi 4 Lantai
Minggu, 10 Desember 2017 - 23:23 WIB
Hitler Ternyata Pernah Buat Senjata Setinggi 4 Lantai
A
A
A
LONDON - Saat ingin menyerang Prancis, pemimpin Nazi Adolf Hitler menuntut untuk dibuatkan senjata baru yang bisa dengan mudah menembus benteng beton dari Jalur Maginot Prancis. Jalur tersebut satu-satunya penghalang fisik utama yang berdiri di antara dirinya dan seluruh Eropa Barat.
Menurut dokumenter Top Secret Weapons pada tahun 1941, beberapa tahun setelah Prancis jatuh, produsen baja Jerman dan produsen senjata Friedrich Krupp A.G. mulai membangun senjata Gustav Hitler
Senjata itu mempunyai ukuran setinggi empat lantai atau 155 kaki dan memiliki berat 1.350 ton. Dengan ukuran seperti itu, senjata tersebut mampu menembakkan 10 ribu pon proyektil dari lubangnya yang besarnya mencapai 98 kaki.
"Senjata masif itu diberikan kepada Nazi secara gratis untuk menunjukkan kontribusi Krupp terhadap usaha perang Jerman," menurut sejarawan C. Peter Chen seperti dikutip dari Independent, Minggu (10/12/2017).
Pada musim semi 1942, senapan Gustav memulai debutnya pada pengepungan Sevastopol. Senapan senapan 31 inci tersebut menembakkan 300 proyektil di kota Crimea.
Meski begitu Nazi langsung mengetahui jika senjata itu memeliki beberapa kelemahan serius. Ukurannya yang super besar membuatnya menjadikannya sasaran empuk bagi pembom Sekutu. Bobotnya yang besar membuatnya bisa diangkut hanya melalui kereta api khusus yang mahal di mana Jerman harus dibangun oleh Nazi terlebih dahulu.
Selain itu diperlukan 2.000 awak untuk mengoperasikannya. Lima bagian senapan itu butuh empat hari untuk berkumpul di lapangan dan berjam-jam untuk mengkalibrasi untuk satu tembakan. Kelemahan terakhir, senjata itu hanya bisa menembakkan 14 amunisi sehari.
Pada akhrinya, dalam setahun, Nazi menghentikan senapan Gustav, dan Chen mencatat bahwa pasukan Sekutu akhirnya melucuti senjata masif tersebut.
Menurut dokumenter Top Secret Weapons pada tahun 1941, beberapa tahun setelah Prancis jatuh, produsen baja Jerman dan produsen senjata Friedrich Krupp A.G. mulai membangun senjata Gustav Hitler
Senjata itu mempunyai ukuran setinggi empat lantai atau 155 kaki dan memiliki berat 1.350 ton. Dengan ukuran seperti itu, senjata tersebut mampu menembakkan 10 ribu pon proyektil dari lubangnya yang besarnya mencapai 98 kaki.
"Senjata masif itu diberikan kepada Nazi secara gratis untuk menunjukkan kontribusi Krupp terhadap usaha perang Jerman," menurut sejarawan C. Peter Chen seperti dikutip dari Independent, Minggu (10/12/2017).
Pada musim semi 1942, senapan Gustav memulai debutnya pada pengepungan Sevastopol. Senapan senapan 31 inci tersebut menembakkan 300 proyektil di kota Crimea.
Meski begitu Nazi langsung mengetahui jika senjata itu memeliki beberapa kelemahan serius. Ukurannya yang super besar membuatnya menjadikannya sasaran empuk bagi pembom Sekutu. Bobotnya yang besar membuatnya bisa diangkut hanya melalui kereta api khusus yang mahal di mana Jerman harus dibangun oleh Nazi terlebih dahulu.
Selain itu diperlukan 2.000 awak untuk mengoperasikannya. Lima bagian senapan itu butuh empat hari untuk berkumpul di lapangan dan berjam-jam untuk mengkalibrasi untuk satu tembakan. Kelemahan terakhir, senjata itu hanya bisa menembakkan 14 amunisi sehari.
Pada akhrinya, dalam setahun, Nazi menghentikan senapan Gustav, dan Chen mencatat bahwa pasukan Sekutu akhirnya melucuti senjata masif tersebut.
(ian)