Israel Izinkan Akses Masjid Al-Aqsa meski Ada 'Hari Kemarahan' Palestina

Jum'at, 08 Desember 2017 - 16:59 WIB
Israel Izinkan Akses...
Israel Izinkan Akses Masjid Al-Aqsa meski Ada 'Hari Kemarahan' Palestina
A A A
YERUSALEM - Aparat keamanan Israel tetap mengizinkan akses warga Muslim terhadap Masjid Al-Aqsa di Yerusalem meski warga Palestina sedang mengobarkan “hari kemarahan”. Reaksi warga Palestina itu sebagai protes keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Pihak keamanan Israel biasanya membatasi akses masuk masjid suci itu ketika gejala kerusuhan pecah di Yerusalem, kali ini tidak memberlakukan hal itu.

”Kami tidak memiliki indikasi akan ada gangguan di bukit (Bait Suci) sehingga tidak ada batasan usia (untuk masuk Masjid Al-Aqsa). Jika akan ada gangguan maka kami akan segera merespons,” kata juru bicara Polisi Israel, Micky Rosenfeld, kepada Reuters, Jumat (8/12/2017).

Rosenfeld mengatakan bahwa polisi telah meningkatkan kekuatan mereka di Kota Yerusalem. Pada hari Kamis, militer Israel juga mulai memperkuat pasukannya di Tepi Barat.

Keputusan Trump telah memicu bentrokan antara warga Palestina dengan pasukan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Demonstrasi juga terjadi di sejumlah negara, seperti di Indonesia, Malaysia, Yordania, Turki, Pakistan dan Tunisia.

Di Malaysia, lebih dari 1.000 warga Muslim berdemo di luar Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur memprotes keputusan Trump terkait status Yerusalem.

Demonstrasi dipimpin Menteri Olahraga Khairy Jamaluddin. Massa bergerak dari masjid terdekat setelah salat Jumat menuju Kedutaan Besar AS. ”Hidup Islam,” teriak massa. ”Hancurkan Zionis,” lanjut teriakan massa.

Demonstran juga menyerukan pembebasan Palestina dan menyerukan Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina.

“Presiden (Trump), ini adalah pengumuman ilegal. Yerusalem adalah wilayah yang diduduki. Anda bahkan tidak boleh menginjakkan kaki di Yerusalem. Dunia akan bangkit melawan Amerika Serikat,” kata Khairy.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
41 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved