Kisah Aktivis Indonesia di Gaza, 4 Kali Rasakan Kejamnya Bom Israel

Selasa, 05 Desember 2017 - 23:55 WIB
Kisah Aktivis Indonesia...
Kisah Aktivis Indonesia di Gaza, 4 Kali Rasakan Kejamnya Bom Israel
A A A
JAKARTA - Abddillah Onim, seorang aktivis Indonesia di Gaza menceritakan pengalamannya selama mengabdi di wilayah Palestina tersebut. Onim mengaku, selama 10 tahun tinggal di Gaza, setidaknya sudah empat kali ia merasakan pemboman yang dilakukan oleh Israel.

"Saya aktivis dan juga pekerja media. Saya punya kantor berita di sana (Gaza). Saya beberapa kali mengalami upaya pembunuhan. Bukan hanya sekedar diancam, tapi rumah saya dihujani roket. Saya yakin, karena saya di sana murni mencari bantuan, mencari ridho Allah Swt, pasti dijaga Allah," ucap Onim saat ditemui di Jakarta, Selasa (5/12).

"Berat jadi aktivis dan jurnalis di wilayah konflik Palestina. Jika terjadi pertempuran, yang pertama kali menjadi target pembuhunan Israel adalah pejuang Palestina, kedua media dan kita jadi sasaran, ketiga guru dan ulama," sambungnya.

Meski kerap berada dalam bahaya, namun Onim sangat bersyukur bisa hidup di Gaza dan bisa melihat langsung penderitaan masyarakat Palestina. Dia juga mengaku tidak patah arang dan tetap bersemangat untuk membantu masyarakat Palestina, meski kerap menjadi sasaran tembak Israel.

"Saya bersyukur dan sangat beruntung berada di Palestina. Saya bisa merasakan penderitaan mereka, bisa melihat apa yang mereka rasakan. saya live di bom, walau diperlakukan seperti itu, saya tetap semangat, untuk nama Indonesia," ungkapnya.

Onim mengaku akan melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi pada hari ini. Dalam pertemuan tersebut dia akan menceritakan aktivitasnya selama di Gaza dan bagaimana kehidupan masyarakat Palestina. "Setelah ke Menlu, saya akan sounding untuk minta waktu bertemu dengan Presiden Jokowi," ungkapnya.

Pria yang menikahi wanita Palestina itu kemudian menambahkan, nama Indonesia di hati masyarakat Palestina sudah sangat akrab. Dia menyarankan aktivis dan NGO Indonesia yang datang ke Palestina untuk bersikap netral.

"Sebab, jika kita cenderung berpihak ke Hamas atau Fatah, maka otomatis akan menambah kericuhan di sana. Karena mereka masih berkonflik dan kita sebagai orang asing harus bisa menyesuaikan diri. Kita datang ke sana untuk memberi dukungan, murni solidraitas," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Jokowi: Indonesia Konsisten...
Jokowi: Indonesia Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
Bertemu Jokowi, Dubes...
Bertemu Jokowi, Dubes Palestina Apresiasi Dukungan Rakyat Indonesia
Jalan Panjang Pengakuan...
Jalan Panjang Pengakuan Negara Palestina, Indonesia Termasuk Kelompok Awal
Dapat Beasiswa Pendidikan...
Dapat Beasiswa Pendidikan di Unhan, 22 Mahasiswa Palestina Tiba di Indonesia
4 Alasan Mengapa Indonesia...
4 Alasan Mengapa Indonesia Harus Bela Palestina
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
33 menit yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
1 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
2 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
3 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
4 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved