Direktur CIA Sebut Saudi dan Israel Kerja Sama Perangi Teror
Senin, 04 Desember 2017 - 11:33 WIB
Direktur CIA Sebut Saudi dan Israel Kerja Sama Perangi Teror
A
A
A
CALIFORNIA - Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Michael Richard Pompeo mengungkap bahwa Israel bekerja sama dengan Arab Saudi dan negara-negara Arab Sunni lain untuk memerangi teror.
”Kami telah melihat mereka bekerja sama dengan Israel untuk terus melawan terorisme di seluruh Timur Tengah, sejauh ini kami dapat terus mengembangkan hubungan dan pekerjaan di samping mereka—negara-negara Teluk dan Timur Tengah—yang lebih luas,” kata Pompeo di Reagan National Defense Forum pada hari Sabtu pekan lalu.
Mantan Direktur CIA dan Menteri Pertahanan Leon Panetta di forum yang sama meminta negara-negara Arab Sunni moderat untuk membentuk sebuah koalisi dengan Israel, AS dan bahkan Turki untuk menjalankan operasi militer gabungan.
”Sangat penting bahwa di Timur Tengah, di mana Anda memiliki ISIS, di mana Anda memiliki Iran, kita harus mengembangkan koalisi yang lebih kuat dari negara-negara yang bersedia bekerja sama untuk menghadapi tantangan ini,” ujar Panetta, yang dikutip Jerusalem Post, Senin (4/12/2017).
“AS tidak dapat melakukannya sendiri, jelas orang Saudi tidak dapat melakukannya sendiri, negara-negara lain tidak dapat melakukannya sendiri. Tapi bersama dalam semacam koalisi negara-negara Arab yang bekerja dengan AS, bekerja dengan Israel, bekerja dengan Turki, untuk membangun koalisi yang kuat yang dapat beroperasi,” papar dia.
“Sejujurnya, saya pikir dengan sebuah markas militer gabungan yang dapat menargetkan teroris di wilayah itu, pada dasarnya bisa bekerja sama untuk mencoba memberikan stabilitas yang diperlukan di negara-negara ini,” ujarnya.
Bulan lalu, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz secara terbuka mengonfirmasi bahwa Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi di tengah kekhawatiran bersama tentang Iran. Pengungkapan itu merupakan yang pertama kali diucapkan secara resmi oleh seorang pejabat senior Israel.
Tepat sebelum itu, Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan kepada sebuah surat kabar Saudi bahwa Israel siap untuk bertukar pengalaman dan informasi intelijen dengan Arab Saudi untuk menghadapi Iran.
Pernyataan direktur CIA di atas penting untuk mengonfirmasi apa yang telah dibicarakan oleh para pejabat Israel dengan suara keras, bahkan saat pejabat Saudi secara terbuka membantahnya.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam wawancara dengan stasiun televisi Mesir tetap menyangkal bahwa negaranya bekerja sama dengan Israel.
”Tidak ada hubungan antara Arab Saudi dan Israel. Ada prakarsa perdamaian Arab, yang menunjukkan peta jalan untuk mencapai perdamaian dan membangun hubungan normal antara Israel dan negara-negara Arab,” ujarnya mengacu soal hubungan dengan Israel baru normal jika negara tersebut berdamai dengan Palestina.
”Kami telah melihat mereka bekerja sama dengan Israel untuk terus melawan terorisme di seluruh Timur Tengah, sejauh ini kami dapat terus mengembangkan hubungan dan pekerjaan di samping mereka—negara-negara Teluk dan Timur Tengah—yang lebih luas,” kata Pompeo di Reagan National Defense Forum pada hari Sabtu pekan lalu.
Mantan Direktur CIA dan Menteri Pertahanan Leon Panetta di forum yang sama meminta negara-negara Arab Sunni moderat untuk membentuk sebuah koalisi dengan Israel, AS dan bahkan Turki untuk menjalankan operasi militer gabungan.
”Sangat penting bahwa di Timur Tengah, di mana Anda memiliki ISIS, di mana Anda memiliki Iran, kita harus mengembangkan koalisi yang lebih kuat dari negara-negara yang bersedia bekerja sama untuk menghadapi tantangan ini,” ujar Panetta, yang dikutip Jerusalem Post, Senin (4/12/2017).
“AS tidak dapat melakukannya sendiri, jelas orang Saudi tidak dapat melakukannya sendiri, negara-negara lain tidak dapat melakukannya sendiri. Tapi bersama dalam semacam koalisi negara-negara Arab yang bekerja dengan AS, bekerja dengan Israel, bekerja dengan Turki, untuk membangun koalisi yang kuat yang dapat beroperasi,” papar dia.
“Sejujurnya, saya pikir dengan sebuah markas militer gabungan yang dapat menargetkan teroris di wilayah itu, pada dasarnya bisa bekerja sama untuk mencoba memberikan stabilitas yang diperlukan di negara-negara ini,” ujarnya.
Bulan lalu, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz secara terbuka mengonfirmasi bahwa Israel memiliki kontak rahasia dengan Arab Saudi di tengah kekhawatiran bersama tentang Iran. Pengungkapan itu merupakan yang pertama kali diucapkan secara resmi oleh seorang pejabat senior Israel.
Tepat sebelum itu, Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Gadi Eisenkot mengatakan kepada sebuah surat kabar Saudi bahwa Israel siap untuk bertukar pengalaman dan informasi intelijen dengan Arab Saudi untuk menghadapi Iran.
Pernyataan direktur CIA di atas penting untuk mengonfirmasi apa yang telah dibicarakan oleh para pejabat Israel dengan suara keras, bahkan saat pejabat Saudi secara terbuka membantahnya.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam wawancara dengan stasiun televisi Mesir tetap menyangkal bahwa negaranya bekerja sama dengan Israel.
”Tidak ada hubungan antara Arab Saudi dan Israel. Ada prakarsa perdamaian Arab, yang menunjukkan peta jalan untuk mencapai perdamaian dan membangun hubungan normal antara Israel dan negara-negara Arab,” ujarnya mengacu soal hubungan dengan Israel baru normal jika negara tersebut berdamai dengan Palestina.
(mas)