Curi Artefak Kuno, Spesialis Perampok Makam Dihukum Mati

Jum'at, 01 Desember 2017 - 16:51 WIB
Curi Artefak Kuno, Spesialis...
Curi Artefak Kuno, Spesialis Perampok Makam Dihukum Mati
A A A
BEIJING - Sebuah pengadilan di China utara telah menjatuhkan hukuman mati kepada perampok makam karena mencuri ribuan artefak bersejarah. Hukuman mati itu sendiri sempat ditangguhkan selama dua tahun.

Yao Yuzhong memimpin kelompok perampok makam yang anggotanya mencapai 225 orang. Ia ditangkap pada 2015 lalu. Selama 30 tahun, ia mendapatkan reputasi sebagai ahli perampokan makam, yang diwarisi dari ayahnya.

Geng Yao berada di belakang pencurian lebih dari 2.000 artefak kuno yang diambil dari situs bersejarah di provinsi Liaoning, timur laut. Para arkeolog sebelumnya telah menemukan peninggalan ribuan tahun yang lalu.

"Pengadilan Tinggi Rakyat Provinsi Liaoning menjatuhkan perampok berat itu sebuah hukuman mati karena menggali situs budaya kuno dan kuburan kuno serta menjual kembali peninggalan budaya," kata pengacara Yao, Bi Baosheng, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (1/12/2017).

Tapi hukuman itu ditangguhkan selama dua tahun, memberi Yao waktu untuk mengajukan banding atau menguranginya melalui perilaku baik.

Meskipun praktik perampokan makam Cina telah berlangsung ribuan tahun, namun telah terjadi peningkatan besar dalam kejahatan tersebut selama beberapa dekade terakhir.

Sejak zaman kuno, makam telah dianggap sebagai jembatan menuju akhirat, dan orang-orang kaya akan dikubur dalam kriptografi yang sangat rumit, bersama dengan banyak emas, perak dan permata mereka, serta replika benda-benda rumah tangga.

Perampok makam bisa membuat keuntungan menjual artefak berharga itu di pasar gelap atau terkadang di rumah lelang terkenal.

Perampokan makam adalah usaha yang lebih sulit daripada sekadar melanggar hukum, karena para pencuri harus memiliki pengetahuan sejarah yang baik dan di mana panglima perang dan bangsawan lokal dikuburkan. Ini juga profesi yang berbahaya, mulai dari sesak napas, terkubur hidup-hidup di bawah makam yang runtuh, hingga ancaman di luar makam.

Menurut mitologi China, orang mati bisa terjebak di dunia ini jika mereka terganggu dan mungkin berusaha menghantui mereka yang masih hidup untuk membalas dendam.

Seiring berjalannya waktu, pencurian menjadi semakin rumit: di satu lokasi bawah air di dekat Guangzhou, pihak berwenang terus-menerus harus menggagalkan tim penyelam yang mencoba menyelinap di tengah malam. Sejak tahun 1990an, penegakan hukum China telah bekerja sama dengan rekan-rekannya dari Eropa dan Amerika menghentikan penyelundupan artefak kuno, yang sering dibawa ke luar negeri dengan dalih replika.

Beberapa arkeolog memperkirakan bahwa selama sejarah China, sembilan dari setiap 10 makam telah dirampok.
(ian)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
1 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
2 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
3 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
4 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
5 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
6 jam yang lalu
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved