Libya Curiga Isu Perbudakan Diembuskan Negara Barat

Jum'at, 01 Desember 2017 - 08:45 WIB
Libya Curiga Isu Perbudakan...
Libya Curiga Isu Perbudakan Diembuskan Negara Barat
A A A
JAKARTA - Pemerintah Libya mencurigai laporan mengenai perbudakan yang terjadi di negaranya adalah kampanye hitam sejumlah negara barat. Laporan mengenai perbudakan di Libya dirilis oleh CNN Interasional.

"Pemerintah Rekonsiliasi Nasional Libya dikejutakan oleh kampanye media yang dilakukan oleh media internasional, dimana beberapa pejabat politik di negara-negara sahabat turut serta mendalanginya," ucap Duta Besar Libya untuk Indonesia, Sadegh M.O. Bensadegh, saat menggelar konferensi pers di kediamannya di bilangan Jakarta Selatan pada Kamis (30/11).

"Hal ini membuat kami merasa khawatir mengenai tujuan sebenarnya dari kampanye ini, dari negara-negara yang menolak untuk menerima para migran masuk ke wilayahnya, dan tidak membantu menanggung beban untuk menghentikan fenomena ini. Libya adalah negara yang paling terkena dampak dan merupakan ancaman bagi keamanan kami, serta struktur sosial, dan bahkan menambah beban pada ekonomi yang sudah menderita," sambungnya.

Dia kemudian meminta masyarakat internasional, khususnya negara-negara Eropa dan organisasi internasional untuk membantu Libya dalam menanggung biaya pengelolaan tempat penampungan migran, dan pemulangan para migran ke negara mereka masing-masing.

Bensadegh lalu mengatakan, terlepas dari kondisi Libya, negaranya tetap menanggunng bebas terbesar untuk menyelamatkan para migran di perairannya dan memberikan perawatan yang dibutuhkan. Dia juga menyebut, bantuan internasional untuk membantu Libya mengatasi masalah ini sangatlah minim.

"Libya kembali menyampaikann tuntutannya untuk mengakhiri eksploitasi penderitaan orang-orang Afrika yang bercita-cita untuk mendapat kehidupann yang lebih layak di Eropa, dari para penyelundup di negara asal, transit, dan juga tujuan, serta menyerukan sebuah kampanye internasional untuk mencegah feneomena ini melalui jalur keamanann secepatnya, dan melindungi kedaualatan seluruh wilayahnya," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
MUI Ajak Umat Islam...
MUI Ajak Umat Islam Indonesia Salat Gaib untuk Korban Bencana Alam Maroko dan Libya
5 Penyebab Timnas Indonesia...
5 Penyebab Timnas Indonesia Dibantai Libya
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Libya
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Mengapa Bencana Banjir...
Mengapa Bencana Banjir di Libya seperti Tsunami?
Satelit Rekam Badai...
Satelit Rekam Badai Mediterania yang Langka Penyebab Banjir Libya
Berita Terkini
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
41 menit yang lalu
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
2 jam yang lalu
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
2 jam yang lalu
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
3 jam yang lalu
7 Pemakaman Pemimpin...
7 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Kepala Negara Terbanyak, Nomor 1 Pecahkan Rekor Dunia
4 jam yang lalu
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved