Korut Mengklaim sebagai Negara Nuklir, Rusia Tidak Terima

Kamis, 30 November 2017 - 09:31 WIB
Korut Mengklaim sebagai...
Korut Mengklaim sebagai Negara Nuklir, Rusia Tidak Terima
A A A
NEW YORK - Rusia menyesalkan uji coba rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut). Rusia pun tidak terima jika negara tertutup itu mengklaim sebagai negara nuklir.

Hal itu diungkapkan langsung oleh utusan Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, saat pertemuan darurat Dewan Keamanan. Menurut Nebenzya, sikap demonstratif yang mengabaikan resolusi PBB dari Pyongyang sangat disesalkan dan layak mendapat hukuman.

"Rusia menemukan klaim Korea Utara untuk status kekuatan nuklir tidak dapat diterima dan telah mendukung semua resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menuntut Pyongyang menghentikan program rudal nuklirnya demi kepentingan denuklirisasi Semenanjung Korea," katanya.

Ia menambahkan bahwa dalam situasi saat ini membuat prospek normalisasi situasi di Semenanjung Korea masih kabur, seperti disitat dari TASS, Kamis (30/11/2017).

Korut kembali melakukan peluncuran rudal, yang pertama sejak 15 September. Menurut Kantor Berita Pusat Korut, KCNA, sebuah rudal Hwasong-15 menempuh jarak 950 kilometer dalam 53 menit, mencapai ketinggian 4.475 kilometer.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, rudal tersebut jatuh ke laut di zona ekonomi eksklusif negara itu, 250 kilometer sebelah barat lepas pantai Prefektur Aomori, Jepang.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada Korut pada hari itu juga.

Perwakilan tetap AS untuk PBB Nikki Haley meminta semua negara untuk memutuskan hubungan dengan Korut. Ia juga menuntut China memberikan tekanan pada Pyongyang dengan cara menghentikan pasokan minyak ke negara tersebut. Jika tidak, AS akan mengendalikan situasi ini.

Utusan Rusia PBB, pada gilirannya, mencatat bahwa sanksi hanya merupakan instrumen penyelesaian politik dan situasi diplomatik serta seharusnya tidak menjadi tujuan tersendiri. Ia menekankan bahwa pembatasan tidak boleh digunakan untuk memperburuk situasi kemanusiaan di Korut.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan: China-Rusia...
Korea Selatan: China-Rusia Kunci Denuklirisasi Korea Utara
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Apakah Rusia dan Korea...
Apakah Rusia dan Korea Utara Bersahabat?
Putin Tegaskan Rusia...
Putin Tegaskan Rusia Bisa Mempersenjatai Korea Utara
Bagaimana 1.100 Tentara...
Bagaimana 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina?
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
8 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
11 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
13 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved