Kecelakaan Kapal di Perairan Palau, KBRI Tokyo dan KJRI Davao Berkoordinasi Tangani WNI

Sabtu, 25 November 2017 - 01:31 WIB
Kecelakaan Kapal di...
Kecelakaan Kapal di Perairan Palau, KBRI Tokyo dan KJRI Davao Berkoordinasi Tangani WNI
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao berkoordinasi menangani WNI yang menjadi korban kecelakaan kapal di perairan Palau.

Sedikitnya lima WNI dan dua warga negara Jepang yang menjadi ABK kapal ikan berbendera Jepang, Daichi Fisher Tokumaru/Tokumaru No.1, berhasil diselamatkan. Menurut pengakuan kelimanya, kapal yang mereka awaki pecah dan tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal ikan Filipina, F/V Jocelyn pada tanggal 20 November 2017 sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Kapal tenggelam di perairan sekitar 370 km Barat Daya Palau Mikronesia.

Tak lama setelah kejadian, upaya pencarian dilakukan, namun baru pada tanggal 21 November malam ketujuh ABK berhasil ditemukan oleh kapal F/V Jocelyn dan langsung dibawa ke Pelabuhan General Santos, Filipina. Ketujuh ABK berhasil menyelamatkan diri dengan sekoci dan terapung selama satu malam sampai akhirnya ditemukan.

“Setelah menerima informasi tersebut, dengan mempertimbangkan lokasi kejadian, Kemlu melakukan komunikasi dengan KBRI Tokyo dan KJRI Davao,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (25/11/2017).

Mendengar berita bahwa 5 WNI telah dibawa ke General Santos, pada tanggal 23 November KJRI Davao menugaskan 2 orang Perlindungan WNI untuk melihat kondisi kelima WNI. Namun demikian karena keterbatasan fasilitas keimigrasian di General Santos, pada hari yang sama kedua pejabat perlindungan WNI KJRI Davao berhasil memperoleh ijin untuk membawa lima WNI dan 2 warga negara Jepang ke Davao untuk diproses keimigrasian di Kantor Imigrasi Davao City.

"Saat ini 5 ABK WNI ditampung sementara di wisma KJRI Davao sambil menunggu proses administrasi keimigrasian untuk keperluan pemulangan ke Indonesia," kata Kemlu.

Kapal ikan Tokumaru No. 1 adalah kapal ikan milik Asosiasi Koperasi Perikanan Daha. Dengan berbagai upaya KBRI Tokyo, pihak agen pengirim telah memberikan komitmen pembayaran tiket pemulangan serta hak-hak ABK lainnya.

Nama lima orang WNI yang menjadi ABK kapal yang nahas itu adalah Romadhon, Muhammad Rafles Saputra, Teguh Wahyu Utomo, Alizar dan Reza Indrawan
(ian)
Berita Terkait
Potret 26 WNI Tiba di...
Potret 26 WNI Tiba di Indonesia Usai Dievakuasi dari Afghanistan
Perlindungan WNI dan...
Perlindungan WNI dan Arsitektur Diplomasi Indonesia
Destructive Fishing...
Destructive Fishing Watch: Jam Kerja ABK Panjang dan Kerap Tidak Dibayar
Cegah Eksploitasi, Pemerintah...
Cegah Eksploitasi, Pemerintah Harus Benahi Aturan Pengiriman ABK ke Luar Negeri
155.000 WNI Kembali...
155.000 WNI Kembali ke Indonesia, 3.822 Terkonfirmasi Positif Corona
Kemlu: Tiga WNI yang...
Kemlu: Tiga WNI yang Diculik di Gabon Telah Bebas
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
30 menit yang lalu
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
1 jam yang lalu
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
9 jam yang lalu
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
10 jam yang lalu
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
11 jam yang lalu
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved