AS Jual Sistem Rudal ke Polandia Rp142 Triliun untuk Lawan Rusia

Minggu, 19 November 2017 - 05:03 WIB
AS Jual Sistem Rudal...
AS Jual Sistem Rudal ke Polandia Rp142 Triliun untuk Lawan Rusia
A A A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengotorisasi penjualan paket sistem pertahanan rudal udara Patriot ke Polandia senilai sekitar USD10,5 miliar atau sekitar Rp142 triliun. Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz mengatakan, negaranya kini memperkuat aset militernya untuk melawan Rusia dalam upaya mempertahankan diri.

Polandia membeli empat sistem pertahanan rudal Patriot dari AS. Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan—lengan Pentagon yang menerapkan penjualan senjata asing—mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri telah menyetujui kesepakatan jual beli senjata canggih antara AS dan Polandia.

Jika proses penjualan itu rampung, Polandia akan bergabung dengan lima anggota NATO lainnya yang mengoperasikan sistem rudal Patriot, termasuk AS, Belanda, Jerman, Spanyol dan Yunani.

Raytheon, kontraktor utama dalam kesepakatan tersebut, mengatakan bahwa sistem rudal Patriot yang mereka bangun untuk 13 negara dapat dioperasikan bersamaan dalam pertempuran.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) mengatakan bahwa penjualan tersebut akan menyediakan sekutu NATO sebuah sistem pertahanan modern yang akan meningkatkan interoperabilitas dan meningkatkan keamanan.

”Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu memperbaiki keamanan sekutu NATO yang telah dan terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Eropa,” kata DSCA dalam pengumumannya.

Rusia telah berulang kali mengkritik penumpukan militer NATO di sepanjang perbatasannya sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya. Moskow juga telah mengecam sistem pertahanan rudal berbasis darat AS yang baru ditempatkan di Eropa Timur dan pengerahan kapal NATO di Laut Hitam.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Kolonel Aleksandr Emelyanov mengatakan bahwa sistem pertahanan rudal buatan AS untuk seluruh dunia telah memprovokasi perlombaan senjata baru, yang merupakan ancaman bagi kemanusiaan.

Emelyanov mengklaim bahwa sistem pertahanan rudal tersebut bagian dari rencana “prompt global strike” Washington untuk meluncurkan serangan yang melelahkan terhadap pasukan strategis Rusia atau pun China. ”Washington-lah yang akan memutuskan, sistem siapa yang akan melindungi,” kata Emelyanov.

Namun, Menteri Pertahanan Polandia Antoni Macierewicz mengatakan bahwa Rusia siap berperang dan NATO harus siap juga.

”Sekarang Polandia akan memiliki militer yang benar-benar dapat membela negara kita dari serangan apapun,” kata Macierewicz dalam sebuah wawancara dengan New York Observer, yang dilansir Russia Today, Minggu (19/11/2017).

“Kami berkomitmen untuk menghabiskan 2,5 persen dari PDB kami dan melipatgandakan ukuran militer kami hingga 200.000 tentara. Baru setelah itu kita akan bisa membela diri dan membantu sekutu kita secara efektif,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Biden Umumkan Kehadiran...
Biden Umumkan Kehadiran Permanen Pasukan AS di Polandia
Bukan Gertakan, AS Akan...
Bukan Gertakan, AS Akan Kirim 2.500 Pasukan Tambahan ke Polandia
Jet Tempur F-15 AS Mendarat...
Jet Tempur F-15 AS Mendarat di Polandia di Tengah Kebuntuan Krisis Ukraina
Polandia akan Perluas...
Polandia akan Perluas Pangkalan Udara Amerika Serikat
AS Hendak Kerahkan 5.000...
AS Hendak Kerahkan 5.000 Tentara Tambahan ke Polandia, Rusia: Tidak Dapat Diterima!
AS Kembali Kirim 3.000...
AS Kembali Kirim 3.000 Pasukan ke Eropa, Ini Reaksi Rusia
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
1 jam yang lalu
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
4 jam yang lalu
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
5 jam yang lalu
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
6 jam yang lalu
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
7 jam yang lalu
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved