Ahli Teori Konspirasi: Bumi Kiamat Hari Ini, 19 November 2017

Minggu, 19 November 2017 - 02:01 WIB
Ahli Teori Konspirasi:...
Ahli Teori Konspirasi: Bumi Kiamat Hari Ini, 19 November 2017
A A A
LONDON - Ahli teori konspirasi belum berhenti memprediksi hari kiamat dunia, meski sudah berkali-kali tak terbukti. Kali ini, sang peramal memprediksi Bumi akan kiamat pada Minggu, 19 November 2017 atau hari ini.

Penulis teori konspirasi, Terral Croft, meramalkan bahwa hari ini akan terjadi serangkaian gempa apokaliptik yang akan sepenuhnya melenyapkan Bumi dalam 24 jam ke depan. Teorinya mendasarkan pada keyakinan soal munculnya planet Nibiru yang mengantam Bumi.

Ramalam serupa pernah muncul yang menyebut Bumi akan hancur pada 23 September 2017, namun faktanya tak terbukti.

“Aktivitas seismik global mencapai puncaknya dalam dua minggu kedua bulan November menuju bulan Desember 2017,” kata Croft kepada Express.co.uk.

”Peristiwa gempa dijadwalkan pada 19 November 2017, saat Bumi melewati matahari relatif terhadap Bintang Hitam (Nibiru),” lanjut Croft.

Baca: Ahli Numerologi David Meade: Dunia Kiamat 23 September 2017

Croft percaya bahwa serangkaian gempa bumi dan letusan gunung berapi baru-baru ini disebabkan oleh tarikan gravitasi Nibiru saat planet itu bergerak mendekati Bumi.

Tapi, lagi-lagi NASA (National Aeronautics and Space Administration), badan antariksa Amerika Serikat (AS) membantah teori konspirasi itu. Menurut NASA, planet Nibiru yang dikenal sebagai Planet X tidak mungkin ada.

Pada bulan September lalu, NASA pernah menepis rumor Armageddon dari teori konspirasi perihal bahaya planet Nibiru.

“Berbagai orang meramalkan bahwa dunia akan berakhir pada 23 September ketika planet lain bertabrakan dengan Bumi. Planet yang dimaksud, Nibiru, tidak ada, jadi tidak akan ada tabrakan,” bunyi pernyataan badan antariksa tersebut.

”Nibiru dan cerita lainnya tentang planet yang bandel adalah tipuan internet,” lanjut NASA.

”Tidak ada dasar faktual untuk klaim ini. Jika Nibiru atau Planet X nyata dan menuju Bumi, para astronom Bumi pasti telah melacaknya setidaknya dalam satu dekade terakhir, dan sekarang akan terlihat dengan mata telanjang,” imbuh NASA.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
1 jam yang lalu
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
3 jam yang lalu
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
4 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
8 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
9 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
10 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved