Trump Kunjungi Korsel, Rudal-rudal Kim Jong-un Mendadak Pasif

Kamis, 09 November 2017 - 10:42 WIB
Trump Kunjungi Korsel,...
Trump Kunjungi Korsel, Rudal-rudal Kim Jong-un Mendadak Pasif
A A A
SEOUL - Rudal-rudal rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) tiba-tiba pasif selama kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Korea Selatan (Korsel) dan negara-negara Asia lainnya. Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha menduga, Pyongyang sedang memikirkan ulang strateginya untuk melawan Washington dan sekutu-sekutunya.

Sebelumnya, rudal-rudal Korut terpantau satelit AS digerakkan dari Pyongyang menjelang lawatan Trump ke Asia. Namun, dalam beberapa hari terakhir, nyaris tak aktivitas terkait persenjataan rezim Kim Jong-un termasuk uji coba yang biasanya dilakukan sebagai kejutan.

“Mereka menggunakan jeda ini untuk menyempurnakan beberapa aspek teknis dari provokasi lebih lanjut yang mungkin mereka lakukan,” kata Kang, seperti dikutip dari NBC News, Kamis (9/11/2017).

”Provokasi lebih lanjut selalu mungkin dan kami sangat memperhatikannya. Tapi yang pasti, periode jeda ini memberi kami indikasi bahwa Korea Utara juga berhitung ulang,” ujarnya.

Kang mengatakan, Korea Utara menggunakan masa “ketenangan internasional” untuk menyempurnakan senjata rudalnya. Negara tertutup itu telah mengabaikan kecaman internasional dan nekat melanjutkan pengembangan senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump telah menganggap Korea Utara sebagai ancaman bagi dunia melalui senjata nuklirnya selama pidatonya di Seoul. Pemimpin Gedung Putih itu juga minta semua negara yang bertanggung jawab untuk bersatu menghentikan ancaman nuklir dari Pyongyang.

Dia telah memperingatkan rezim Kim Jong-un untuk tidak membuat ”kesalahan perhitungan yang fatal”, karena Perang Dunia III bisa saja pecah.

Joshua Pollack dari Royal United Services Institute (RUSI) mengatakan, Korea Utara masih dapat menembakkan senjatanya dalam demonstrasi kekuatan melawan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. “Pimpinan Korea Utara tidak diragukan lagi merasa terdesak ke sebuah sudut,” ujarnya.

”Urutan tindakan yang logis adalah mulai mengujinya sampai total ke Pasifik dan kemudian menggunakannya untuk uji coba nuklir langsung jika dianggap perlu untuk meyakinkan para pemimpin Amerika bahwa sebuah realitas baru telah muncul,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
6 menit yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
40 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
1 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
2 jam yang lalu
Infografis
Korut Gelar Latihan...
Korut Gelar Latihan Serangan Balik Nuklir Dipantau Kim Jong-un
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved