Trump Sebut Pembantaian Texas Bukan Soal UU Senjata, Tapi Mental

Selasa, 07 November 2017 - 00:17 WIB
Trump Sebut Pembantaian...
Trump Sebut Pembantaian Texas Bukan Soal UU Senjata, Tapi Mental
A A A
TOKYO - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump meyakini bahwa penembakan di Texas disebabkan oleh masalah kesehatan mental. Ia menampik jika hal itu disebabkan oleh undang-undang kepemilihan senjata di AS.

"Kesehatan mental adalah masalah Anda di sini," kata Trump, mencatat bahwa berdasarkan laporan awal penembak itu adalah individu yang sangat gila.

"Ini bukan soal undang-undang senjata. Ini adalah masalah kesehatan mental di tingkat tertinggi. Ini adalah kejadian yang sangat menyedihkan," tutur Trump.

"Peristiwa yang sangat menyedihkan, tapi begitulah yang saya lihat," imbuhnya Trump seperti dikutip dari CNN, Selasa (7/11/2017).

Jawaban Trump muncul sebagai tanggapan atas sebuah pertanyaan selama konferensi pers bersama di Tokyo tentang apakah dia yakin tindakan pengendalian senjata adalah jawaban atas penembakan di Texas.

Sebelumnya, Trump mengecam penembakan Texas sebagai tindakan jahat dan menyebutnya mengerikan dalam sambutan publik pertamanya sejak serangan tersebut.

"Tindakan kejahatan ini terjadi saat korban dan keluarga mereka berada di tempat pemujaan suci. Kita tidak dapat mengatakan kata-kata rasa sakit dan kesedihan yang kita semua rasakan dan kita tidak dapat mulai membayangkan penderitaan orang-orang yang kehilangan yang mereka cintai," Trump mengatakan di awal ucapannya yang sebelumnya dijadwalkan untuk para pemimpin bisnis di kedutaan AS di Tokyo.

Trump mengatakan "pikiran dan doanya" bersama para korban dan keluarga mereka, namun tidak menyebutkan rencana untuk mengambil tindakan legislatif atau tindakan kebijakan lainnya untuk menangani penembakan tersebut.

Trump sekali lagi mendesak persatuan dalam menghadapi penembakan massal terbaru dalam sejarah AS dan mengatakan bahwa itulah yang dilakukan orang Amerika "dengan baik."

"Kami bersama-sama. Kami bergandengan tangan, kami mengunci lengan dan melalui air mata dan melalui kesedihan kami berdiri tegak, oh begitu kuat," kata Trump.

Trump berjanji memberikan dukungan penuh pemerintahnya untuk negara bagian besar Texas dan semua pemerintah daerah yang menyelidiki kejahatan mengerikan ini.

Pembantaian gereja pada hari Minggu terjadi di Sutherland Springs, Texas. Direktur regional Departemen Keamanan Publik Texas, Freeman Martin menyatakan 26 orang tewas dalam kejadian itu dan banyak yang terluka. Korbannya berusia antara 5 sampai 72 tahun.

Pelakunya diidentifikasi sebagai Devin Patrick Kelley (26), menurut dua petugas penegak hukum yang memberi penjelasan singkat mengenai situasi tersebut.

"Dia digambarkan sebagai seorang pria kulit putih muda yang mengenakan pakaian "tipe taktis" berwarna hitam dan mengenakan rompi balistik," Martin mengatakan kepada wartawan.

Setelah pengejaran singkat, aparat penegak hukum kemudian menemukan tersangka tewas dengan luka tembak di dalam kendaraannya. "Pihak berwenang mengatakan mereka tidak tahu apakah luka itu ditimbulkan sendiri atau akibat dari seorang penduduk yang menembaki tersangka," kata Martin.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Donald Trump Tinggalkan...
Donald Trump Tinggalkan Gedung Putih
Tak Jadi Ditahan, Usai...
Tak Jadi Ditahan, Usai Diperiksa Donal Trump Kembali ke Florida
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
8 menit yang lalu
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
1 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
3 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
4 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved