Korsel Bebaskan Visa bagi WNI yang Ingin Saksikan Olimpiade Musim Dingin
Senin, 06 November 2017 - 17:03 WIB
Korsel Bebaskan Visa bagi WNI yang Ingin Saksikan Olimpiade Musim Dingin
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Korea Selatan (Korsel) dilaporkan telah mengumumkan pembebasan visa bagi warga negara Indonesia (WNI). Namun, WNI yang diberikan bebas visa hanyamereka yang ingin menyaksikan pagelaran Olimpiade musim dingin.
Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadir menuturkan, pengumuman akan adanya bebas visa disampaikan pemerintah Korsel pada Jumat lalu. Namun, dia mengaku belum mendapatkan rincian mengenai hal ini.
"Minggu lalu hari Jumat diumumkan khusus untuk Olimpiade musim dingin, beberapa negara Asia diberi fasilitas bebas visa, termasuk Indonesia untuk menggaet wisatawan. Tapi kita belum jelas detailnya bagaimana, berapa lama, dan apa buktinya, masih dibicarakan," kata Umar saat melakukan pertemuan dengan awak media di Jakarta pada Senin (6/11).
Dia kemudian mengatakan, pemerintan Korsel juga belum memberikan informasi resmi kepada Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Seoul mengenai hal ini. "Hanya informasi informal," ungkapnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama dia juga menyinggung mengenai pariwisata kedua negara. Dia menuturkan, jumlah WNI yang berkunjung ke Korsel terus meningkat setiap tahunnya, sedangkan wisawatan Korsel ke Indonesia terbilang stagnan.
"Jumlah pengunjung WNI ke Korsel terus meningkat. Terakhir pada 2016 mencapai lebih dari300 ribu wisatawan dalam setahun. Sementara warga Korsel ke Indonesia stagnan, sekitar 350 ribu orang pertahun. Jangan-jangan tidak lama lagi turis Indonesia ke Korsel lebih bnayak. Indonesia dipandang jadi sumber turis untuk Korea," imbuhnya.
Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadir menuturkan, pengumuman akan adanya bebas visa disampaikan pemerintah Korsel pada Jumat lalu. Namun, dia mengaku belum mendapatkan rincian mengenai hal ini.
"Minggu lalu hari Jumat diumumkan khusus untuk Olimpiade musim dingin, beberapa negara Asia diberi fasilitas bebas visa, termasuk Indonesia untuk menggaet wisatawan. Tapi kita belum jelas detailnya bagaimana, berapa lama, dan apa buktinya, masih dibicarakan," kata Umar saat melakukan pertemuan dengan awak media di Jakarta pada Senin (6/11).
Dia kemudian mengatakan, pemerintan Korsel juga belum memberikan informasi resmi kepada Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Seoul mengenai hal ini. "Hanya informasi informal," ungkapnya.
Sementara itu, di kesempatan yang sama dia juga menyinggung mengenai pariwisata kedua negara. Dia menuturkan, jumlah WNI yang berkunjung ke Korsel terus meningkat setiap tahunnya, sedangkan wisawatan Korsel ke Indonesia terbilang stagnan.
"Jumlah pengunjung WNI ke Korsel terus meningkat. Terakhir pada 2016 mencapai lebih dari300 ribu wisatawan dalam setahun. Sementara warga Korsel ke Indonesia stagnan, sekitar 350 ribu orang pertahun. Jangan-jangan tidak lama lagi turis Indonesia ke Korsel lebih bnayak. Indonesia dipandang jadi sumber turis untuk Korea," imbuhnya.
(esn)