Pesta Seks dan Kokain di AS, 9 Awak Kapal Selam Nuklir Inggris Dipecat

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 10:30 WIB
Pesta Seks dan Kokain...
Pesta Seks dan Kokain di AS, 9 Awak Kapal Selam Nuklir Inggris Dipecat
A A A
LONDON - Sembilan tentara Inggris yang bertugas sebagai awak kapal selam nuklir dipecat setelah terlibat pesta seks dan kokain saat kapal berlabuh di Amerika Serikat (AS). Kapal itu berlabuh untuk mengambil hulu ledak nuklir.

Hasil tes medis menyatakan, narkoba kelas A ditemukan di darah para awak kapal selam HMS Vigilant tersebut.

Salaj seorang pria dari kru kapal mengaku pernah berhubungan seks dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) di kolam renang.

Perwira kedua kapal selam HMS Vigilant, Letnan Komandan Michael Seal, 36, telah dipindahkan dari tugasnya. Dia terkena tuntutan perselingkuhan dengan petugas teknik wanita, Letnan Hannah Litchfield, 27.

Kasus perselingkuhan juga melibatkan kapten kapal, Komandan Stuart Armstrong, 41, dan Letnan Rebecca Edwards, 25. Keduanya juga telah dibebastugaskan dari layanan kapal selam nuklir itu.

Kasus ini sensitif karena kapten kapal selam tersebut merupakan satu-satunya petugas di kapal yang memiliki akses ke brankas abu-abu yang berisi ”surat opsi terakhir” dari Perdana Menteri Inggris. Surat itu berisi panduan dan perintah yang harus diikuti terkait kapan Inggris meluncurkan serangan senjata nuklir.

Mengutip laporan Daily Mirror, Sabtu (28/10/2017), skandal para kru kapal selam nuklir itu telah membuat marah Menteri Pertahanan Sir Michael Fallon. Menteri Fallon dilaporkan menanyakan langsung skandal tersebut kepada petinggi Angkatan Laut, Laksamana Sir Philip Jones.

Philip Jones telah diperintahkan untuk memaksa tes narkoba pada seluruh kru armada kapal selam. Perintah itu muncul setelah sekitar 10 persen awak HMS Vigilant dipecat, mengundurkan diri dan sebagian sedang diselidiki terkait skandal seks dan narkoba.

Investigasi besar-besaran juga sedang dilakukan di Kementerian Pertahanan Inggris.

Sekandar diketahui, HMS Vigilant adalah salah satu dari empat kapal selam Vanguard-class Inggris yang membawa hingga delapan rudal Trident yang dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Inggris telah memiliki “pencegah nuklir” di laut itu sejak tahun 1969.

Semalam, Angkatan Laut Inggris melalui seorang juru bicara mengonfirmasi pemecatan sembilan awak kapal selam Vigilant.”Kami tidak mentoleransi penyalahgunaan narkoba oleh petugas layanan. Mereka ternyata tidak memenuhi standar tinggi kita, karena itu dipecat dari pelayanan,” kata pihak Angkatan Laut Inggris.

Juru bicara tersebut juga mengonfirmasi bahwa penyelidikan terkait skandal itu sedang berjalan.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved