Polisi Myanmar Tahan Wartawan Stasiun TV Turki

Sabtu, 28 Oktober 2017 - 05:51 WIB
Polisi Myanmar Tahan...
Polisi Myanmar Tahan Wartawan Stasiun TV Turki
A A A
NAYPYITAW - Polisi Myanmar menahan dua wartawan yang bekerja untuk stasiun televisi TRT milik Turki dan juru bahasa serta sopir mereka pada hari Jumat kemarin. Mereka ditahan karena menerbangkan pesawat tak berawak (drone) di dekat kompleks parlemen, di tengah ketegangan antara kedua negara mengenai krisis Rohingya.

Wartawan - Lau Hon Meng dari Singapura dan Mok Choy Lin dari Malaysia - diinterogasi di sebuah kantor polisi di ibukota Myanmar, Naypyitaw, setelah ditahan di pagi hari, kata seorang perwira polisi setempat.

Pada malamnya, sekitar 25 polisi menggerebek rumah juru bahasa Myanmar mereka, seorang reporter lokal terkenal Aung Naing Soe. Polisi menyita memori komputer dan mencari dokumennya.

Shwe Thaung, seorang petugas dari kantor polisi Naypyitaw, di mana keempat orang tersebut ditahan, mengkonfirmasi fakta-fakta dasar insiden tersebut namun menolak untuk menjelaskan, termasuk apakah ada tuntutan yang diajukan, dengan alasan penyelidikan yang sedang berlangsung.

"Kami masih menyelidiki dan tidak bisa mengatakan lebih dari itu," kata Shwe Thaung seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (28/10/2017).

Penyiar negara bagian Myanmar, MRTV, mengatakan bahwa wartawan tersebut tidak memiliki izin untuk memfilmkan parlemen dengan sebuah pesawat tak berawak. Media tersebut kemudian menunjukkan visa jurnalis mereka dan mengatakan bahwa kementerian luar negeri telah menginformasikan kedutaan Singapura dan Malaysia mengenai masalah tersebut.

Penyiar negara Turki TRT tidak bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Beberapa wartawan di Myanmar telah ditangkap tahun ini. Hal ini membuat pemimpin kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa kebebasan pers yang diperoleh sejak berakhirnya kekuasaan militer berisiko hilang di bawah pemerintahan pemimpin nasional Aung San Suu Kyi.

Wartawan lokal Aung Naing Soe telah bekerja dengan banyak media internasional terkait transisi negara itu menuju demokrasi setelah hampir lima dekade di bawah kediktatoran militer.

Ibunya Thandar mengatakan kepada Reuters bahwa polisi menggeledah rumah tersebut untuk komputer dan surat-surat serta meminta dokumen identifikasi. Mereka mengambil memori komputer Aung Naing Soe. Polisi juga mencoba tapi gagal membuka komputernya, katanya.

"Saya meminta mereka untuk menunjukkan surat perintah penggeledahan. Tapi polisi mengatakan mereka tidak perlu melakukan itu karena mereka tidak mencari obat terlarang," kata Thandar.

Seorang administrator dari distrik Mingalar Taung Nyunt di Yangon, Ye Win Tun, yang ikut dalam penggerebekan tersebut, mengkonfirmasi bahwa polisi tidak memiliki surat perintah tetapi juga mengatakan bahwa mereka tidak memerlukannya.

"Surat perintah penggeledahan diperlukan jika mereka mencari obat terlarang atau permainan kartu ilegal, namun dalam hal ini tidak masalah jika administrator lokal ada di sana," kata Ye Win Tun.

Dia mengatakan, penggeledahan tersebut berlangsung dua jam dan dilakukan oleh kepala polisi distrik, petugas polisi kota, petugas imigrasi, kantor polisi khusus dan beberapa petugas polisi, yang berjumlah sekitar 25 orang.

Lebih dari 600.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar yang mayoritas beragama Buddha ke negara tetangga Bangladesh. Mereka menyelamatkan diri dari tindakan represif pasukan keamanan dalam menanggapi serangan militan Rohingya pada 25 Agustus.

Pada awal September, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kematian Rohingya di Myanmar merupakan "genosida" yang ditujukan untuk komunitas Muslim di wilayah tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Turki Kecam Pembantaian...
Turki Kecam 'Pembantaian' Demonstran oleh Junta Myanmar
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
7 Negara yang Berhasil...
7 Negara yang Berhasil Melakukan Kudeta Militer
Gempa Turki, KBRI Ankara...
Gempa Turki, KBRI Ankara Evakuasi 123 Orang Termasuk Warga Malaysia dan Myanmar
Indonesia Bersama Turki...
Indonesia Bersama Turki Cari Solusi Terbaik Atasi Masalah di Afghanistan-Myanmar
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
53 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
3 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
4 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
6 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved