UE Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman di Tanah Palestina

Kamis, 19 Oktober 2017 - 17:39 WIB
UE Desak Israel Hentikan...
UE Desak Israel Hentikan Pembangunan Permukiman di Tanah Palestina
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki. Desakan ini muncul setelah Israel dilaporkan setuju untuk membangun permukiman tambahan di Tepi Barat.
"Kami telah meminta klarifikasi dari pihak berwenang Israel dan menyampaikan harapan bahwa mereka mempertimbangkan kembali keputusan ini, yang akan merugikan upaya terus-menerus menuju perundingan damai yang berarti," kata UE dalam sebuah pernyataan.
"Semua aktivitas permukiman ilegal di bawah hukum internasional dan ini mengurangi kelayakan solusi dua negara dan prospek untuk perdamaian abadi," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (19/10).
UE sendiri memegang prinsip bahwa tanah yang telah diduduki Israel sejak perang Timur Tengah 1967,termasuk Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan adalah bukan bagian dari perbatasan Israel yang diakui secara internasional.
Seperti diketahui pada awal pekan ini, Israel menyetujui rencana pembangunan 31 rumah mukim di Hebron, Tepi Barat.
Pengawas anti permukiman Israel, Peace Now, merinci rencana proyek tersebut di wilayah Hebron dimana para pemukim tinggal. Situs permukiman itu menunjukkan gambaran tentang blok apartemen bertingkat empat yang akan dibangun di wilayah itu
Hadar Horen, juru bicara badan Israel yang menjalankan urusan sipil di Tepi Barat, tidak dapat mengkonfirmasi rincian yang dikeluarkan oleh Peace Now. Ia hanya mengatakan keputusan komite perencanaan akan dipublikasikan kemudian.

Hebron merupakan kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki dengan populasi sekitar216.000jiwa. Sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota, yang selama beberapa dekade menjadi fokus gesekan religius antara Muslim dan Yahudi.
(esn)
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Kacaukan Logistik Pasukan...
Kacaukan Logistik Pasukan Rusia, Ukraina Rusak Jembatan di Wilayah Selatan
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Presiden Jokowi di KTT...
Presiden Jokowi di KTT ASEAN - Uni Eropa
Duta Besar Uni Eropa...
Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi Jadi Dosen Tamu di UKI
Berita Terkini
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
32 menit yang lalu
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
1 jam yang lalu
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
4 jam yang lalu
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
5 jam yang lalu
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
6 jam yang lalu
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved