Serangan EMP Korut Bisa Bunuh 90% Warga AS

Selasa, 17 Oktober 2017 - 09:28 WIB
Serangan EMP Korut Bisa...
Serangan EMP Korut Bisa Bunuh 90% Warga AS
A A A
WASHINGTON - Para ahli telah memperingatkan Kongres Amerika Serikat (AS) bahwa mereka telah mengabaikan senjata yang baru dikembangkan oleh Korea Utara (Korut). Senjata ini dapat mematikan jaringan listrik dan membunuh sebagian besar warga AS dalam waktu satu tahun.

Dua anggota komisi elektromagnetik Pulse (EMP) atau bom elektromagnetik yang dibubarkan Kongres AS baru-baru ini mendengar bahwa sebuah serangan nuklir EMP dari Kim Jong-un adalah ancaman terbesar bagi AS namun tetap tidak diakui oleh pemerintah.

Perhatian lebih banyak difokuskan pada uji coba rudal balistik antar benua yang terus berlanjut tahun ini, namun kediktatoran tersebut juga baru-baru ini mengklaim telah menguji bom hidrogen di bawah tanah pada bulan September.

Rezim tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan publik bahwa bom semacam itu dapat diledakkan di tempat yang tinggi untuk serangan EMP yang sangat hebat sesuai dengan tujuan strategis.

"Serangan semacam itu dapat menutup jaringan listrik AS untuk waktu yang tidak terbatas, yang menyebabkan kematian dalam waktu satu tahun sampai 90 persen dari semua orang Amerika," mantan Ketua Komisi EMP William Graham, dan mantan kepala stafnya Peter Vincent Pry memperingatkan seperti dikutip dari Independent, Selasa (17/10/2017).

Mereka mendesak DPR untuk melindungi energi. Mereka juga memperingatkan bahwa sistem pertahanan rudal balistik AS saat ini dirancang untuk mencegat rudal dari Korut yang mendekati AS di wilayah Kutub Utara, namun tidak berada di wilayah Kutub Selatan.

Kedua mantan anggota komisi tersebut menambahkan bahwa Korut diperkirakan memiliki 60 senjata nuklir. Negera komunis itu juga mempunyai rudal balistik antarbenua yang bisa mencapai Denver dan Chicago, dan mungkin seluruh AS.

"Rezim tersebut sedang mengembangkan bom H yang sebanding dengan senjata termonuklir canggih tahap dua di AS," kata mereka.

Graham dan Pry juga mengutuk perang kata-kata antara Donald Trump dan Kim Jong-un, yang telah saling memanggil "pria roket" dan "gila mental", yang telah memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Washington dan Pyongyang telah berselisih selama berbulan-bulan karena Korut telah berulang kali menembakkan rudal balistik ke Jepang dalam upayanya untuk mengembangkan senjata rudal nuklir.
(ian)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
5 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
6 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
7 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
8 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
9 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
10 jam yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved