Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Aisyah Disidang di Laboratorium

Senin, 09 Oktober 2017 - 17:46 WIB
Kasus Pembunuhan Kim...
Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam, Siti Aisyah Disidang di Laboratorium
A A A
PETALING JAYA - Pengadilan terhadap Siti Aisyah; warga Indonesia dan Doan Thi Huong, warga Vietnam dalam kasus pembunuhan Kim Jong-nam dipindah ke laboratorium Malaysia. Hal ini untuk membuktikan apakah pakaian mereka terkontaminasi racun VX atau tidak.

Kedua perempuan muda itu jadi terdakwa atas pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Sidang di laboratorium di dekat Kuala Lumpur pada Senin (9/10/2017) digelar dengan jaminan keamanan tinggi.

Pemindahan lokasi sidang ini terjadi setelah seorang ahli kimia pada minggu lalu memberi kesaksian bahwa ada jejak racun VX pada pakaian kedua terdakwa.

Raja Subramaniam, ahli kimi yang jadi saksi menyatakan bukti bercak racun VX pada pakain secara langsung akan menghubungkan para terdakwa dengan pembunuhan Kim Jong-nam di bandara Kuala Lumpur Februari lalu.

Selama ini, kedua terdakwa dituduh mengoleskan racun VX di wajah Kim Jong-nam. Namun, mereka mengaku menjadi korban penipuan oleh seseorang yang menyuruh mereka melakukan adegan lelucon berbayar untuk tayangan televisi. Mereka tidak tahu jika adegan itu untuk membunuh korban.

Sosok penyuruh kedua terdakwa diduga agen mata-mata Korut yang telah melarikan diri tak lama setelah serangan terhadap korban berlangsung.

Pengacara Siti Aisyah, Gooi Soon Seng mengatakan, anggota tim hukum mengenakan jas laboratorium, masker dan sarung tangan dan memasuki ruangan untuk memeriksa pakaian, kliping kuku dan sampel darah Siti.

”Seluruh prosesnya adalah mengidentifikasi barang bukti,” kata Gooi, seperti dikutip AFP. Tapi, dia menambahkan bahwa blazer yang telah dikenakan oleh Kim Jong Nam dan terkontaminasi dengan VX tidak ditunjukkan kepada tim hukum yang mendampingi Siti Aisyah.

Sidang itu seharusnya kembali ke Pengadilan Tinggi Shah Alam, dekat Ibu Kota Malaysia dan dilanjutkan pada sore hari. Tapi ditunda sampai Selasa setelah Raja, sang saksi ahli, mengeluh karena merasa lelah.

Pembunuhan Kim Jong-nam ini sempat memicu konflik diplomatik antara Malaysia dan Korea Utara. Rezim Kim Jong-un yang berkuasa di Korut dituduh intelijen Korea Selatan dan pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pemberi perintah pembunuhan itu. Namun, Pyongyang membantahnya.
(mas)
Berita Terkait
Malaysia-Korea Utara...
Malaysia-Korea Utara Putus Hubungan Diplomatik
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Putin Tegaskan Rusia...
Putin Tegaskan Rusia Bisa Mempersenjatai Korea Utara
4 Negara dengan Penggunaan...
4 Negara dengan Penggunaan Sepeda Motor Tertinggi, Indonesia Peringkat Berapa?
Putin Peringatkan NATO...
Putin Peringatkan NATO Bergerak ke Asia, Rusia Wajib Merespons
Keanehan Vietnam saat...
Keanehan Vietnam saat Jamu Timnas Indonesia: Main di Stadion Klub Liga 3, VAR di Malaysia
Berita Terkini
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
19 menit yang lalu
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
1 jam yang lalu
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
2 jam yang lalu
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
2 jam yang lalu
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
3 jam yang lalu
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved