Ribuan Dompet dan Ponsel Ditemukan di Lokasi Pembantaian Las Vegas

Senin, 09 Oktober 2017 - 09:32 WIB
Ribuan Dompet dan Ponsel...
Ribuan Dompet dan Ponsel Ditemukan di Lokasi Pembantaian Las Vegas
A A A
LAS VEGAS - Ribuan dompet, ponsel dan berbagai barang pribadi ditinggalkan pemiliknya di lokasi konser musik di Las Vegas saat penembakan massal terjadi pekan lalu. Biro Investigasi Federal (FBI) kini mulai mengembalikan barang-barang pribadi yang ditemukan di lokasi pembantaian massal.

Stephen Paddock, 64, dengan beberapa senapan semi-otomatis mengumbar tembakan dari kamar lantai 32 di Mandalay Bay Resort and Casino dengan target kerumunan penonton konser Route 91 Harvest yang berada di dekat hotel tersebut.

Penembakan pada 1 Oktober malam itu menewaskan 58 orang dan lebih dari 500 lainnya terluka. Paddock ditemukan tewas di kamar hotel yang diduga bunuh diri usai beraksi.

FBI dan polisi Las Vegas hingga kini belum berhasil mengungkap motif penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat (AS) modern.

”Kami melewati bagian tanggapan dari insiden mengerikan ini,” kata Manajer Darurat Clark County John Steinbeck pada sebuah konferensi pers. ”Kami sekarang sedang dalam pemulihan,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters, Senin (9/10/2017).

Untuk menghormati korban, pada hari Minggu malam, lampu marquee yang dinyalakan di sepanjang Las Vegas Strip redup selama 11 menit dari pukul 22.05 sampai 22.16 waktu setempat. Durasi itu sesuai dengan jeda penembakan massal.

Tidak seperti banyak pelaku penembakan massal mematikan lainnya, Paddock tidak meninggalkan catatan bunuh diri. Dia juga tidak meninggalkan manifesto. Menurut polisi, rekaman dan pesan terkait aksinya juga tidak ditemukan di akun media sosialnya.

Pada hari Minggu, tim konselor menyebar ke seluruh kota, menghadiri kebaktian gereja dan berkumpul di sebuah pusat bantuan keluarga yang didirikan di Las Vegas Convention Center. Tim Palang Merah juga masih bekerja melayani para korban.

”Seminggu ini, banyak orang telah mati rasa,” kata juru bicara Palang Merah Bill Fortune, yang terbang dari Colorado untuk membantu usaha pemulihan para korban. ”Beberapa dari krisis emosional itu baru saja muncul hari ini, di mana orang tidak bisa bangun dari tempat tidur. Orang-orang telah mengatakan bahwa mereka tidak dapat berada di keramaian.”

Menurut pihak berwenang AS, proses pengembalian barang-barang pribadi yang ditemukan di lokasi pembantaian massal akan memakan waktu berminggu-minggu. FBI bahkan harus membagi tempat kejadian perkara (TKP) menjadi empat kuadra karena saking banyaknya ponsel, ransel, dompet dan barang-barang pribadi lainnya.

Sebelum diserahkan, barang-barang itu harus dibersihkan dari darah dan zat lainnya. Pihak berwenang juga mulai mengembalikan kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya di tempat konser.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved