Pesawat Mata-mata AS Intai Para Peneliti China di Dekat Guam

Kamis, 05 Oktober 2017 - 04:15 WIB
Pesawat Mata-mata AS...
Pesawat Mata-mata AS Intai Para Peneliti China di Dekat Guam
A A A
BEIJING - Pesawat mata-mata P-3 Orion Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengintai sekelompok peneliti China yang melakukan riset di dekat wilayah Guam. Para peneliti Beijing itu dimata-matai selama bekerja antara 5 Agustus hingga 5 September 2017.

Sekelompok periset itu bekerja dengan kapal kapal oseanografi Kexue. Xu Kuidong, seorang peneliti utama dengan misi yang berafiliasi dengan Institute of Oceanology, Chinese Academy of Sciences di Qingdao, Shandong, mengatakan para ilmuwan di kapal tersebut “sangat sadar” tentang sensitivitas area di dekat Guam.

Guam adalah pelabuhan rumah untuk kapal selam nuklir AS. Di kepulauan itu juga berdiri Pangkalan Angkatan Udara Andersen yang menjadi rumah bagi pesawat pembom B-1B yang beberapa kali terbang di atas Semenanjung Korea.

”Ini semua tentang Second Island Chain (Rantai Pulau Kedua),” kata Xu, mengacu pada serangkaian kepulauan yang membentang dari pantai timur Jepang, ke Kepulauan Bonin, ke Kepulauan Mariana, ke Guam hingga ke Kepulauan Palau.

Pulau-pulau yang dikuasai AS pada awalnya berfungsi sebagai garis pertahanan kedua untuk melawan negara-negara komunis di Asia Timur selama Perang Dingin. Namun saat ini fokus kekuatan utama seiring berkembangnya pengaruh China di Samudra Pasifik.

Para periset menemukan bahwa dataran rendah Caroline yang dulunya adalah pulau dengan titik tinggi 1.700 meter di atas permukaan laut. Tebing dan lubang tercipta oleh erosi gelombang pasang.

Dataran rendah Caroline itu dapat menciptakan turbulensi yang kuat dan tak terduga bagi kapal selam China yang menjelajahi wilayah tersebut.

Menurut Xi yang dilansir South China Morning Post semalam (4/10/2017), temuan tim tersebut akan dibagikan kepada militer China dan kelompok kepentingan lainnya di pemerintahan. Militer AS belum berkomentar atas laporan tentang pesawat mata-matanya yang mengintai para periset Beijing di dekat Guam.
(mas)
Berita Terkait
Presiden Taiwan Terbang...
Presiden Taiwan Terbang ke Amerika Serikat, China Murka
Khawatir Agresivitas...
Khawatir Agresivitas China, Amerika Serikat Dekati Indonesia
Inilah Perbandingan...
Inilah Perbandingan Kekuatan Militer China vs Amerika Serikat
Dijegal Amerika Serikat,...
Dijegal Amerika Serikat, Mobil Listrik China Semakin Banting Harga
Media China Sindir Kerusuhan...
Media China Sindir Kerusuhan di Amerika Serikat
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
10 menit yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
52 menit yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
1 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
2 jam yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
2 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved