Monarch Airlines Kolaps karena Teroris, 300.000 Tiket Dibatalkan

Senin, 02 Oktober 2017 - 15:49 WIB
Monarch Airlines Kolaps...
Monarch Airlines Kolaps karena Teroris, 300.000 Tiket Dibatalkan
A A A
LONDON - Monarch Airlines, maskapai terbesar kelima di Inggris berhenti beroperasi hari ini (2/10/2017) dan membatalkan hingga 300.000 pesanan tiket. Penyebab kolaps, menurut pihak maskapai, salah satunya karena aksi terorisme.

Berhentinya operasi maskapai itu berarti berhenti pula penerbangan untuk paket penerbangan liburan. Otoritas Penerbangan Sipil (CAA) Inggris telah memulai sebuah program untuk membawa 110.000 pelanggan Monarch Airlines yang berlibur di luar negeri kembali ke Inggris.

Monarch Airlines dalam sebuah pernyataan kepada para stafnya mengatakan bahwa akar penyebab penutupan perusahaan penerbangan adalah karena aksi terorisme di Sharm-El-Sheikh dan Tunisia. Selain itu penurunan pendapatan yang tajam di Turki dalam beberapa tahun terakhir juga ikut andil.

Menurut CEO Monarch, Andrew Swaffield, sudah ada upaya untuk memotong biaya review untuk menyelamatkan perusahaan tersebut. “Itu cukup banyak di luar kendali kita,” katanya.

Data laporan keuangan perusahaan, pada tahun 2015, Monarch untung 70 juta pondsterling. Namun, pada tahun 2017 merugi 60 juta poundsterling. Pada tahun 2018 perusahaan itu diproyeksikan rugi sebesar 100 juta poundsterling.

Swaffield meminta maaf kepada semua karyawan Monarch Airlines dan Monarch Travel Group. Dia meminta semua karyawan mengangkat kepala mereka tinggi-tinggi. ”Dan bangga dengan apa yang Anda raih di Monarch,” katanya.

CAA, seperti dikutip BBC, akan menyewa lebih dari 30 pesawat untuk membawa orang-orang yang penerbangannya telah dibatalkan Monarch Airlines dalam dua minggu ke depan, setelah maskapai tersebut gagal memperbarui lisensi.

Menteri Transportasi Chris Grayling mengatakan bahwa penerbangan pemulangan adalah tanggapan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap situasi yang juga belum pernah terjadi.

”Bersama Otoritas Penerbangan Sipil, kami akan bekerja sepanjang waktu untuk memastikan para penumpang Monarch mendapat dukungan yang mereka butuhkan,” katanya.

”Tidak ada yang harus meremehkan, jadi saya meminta penumpang untuk bersabar dan bertindak atas saran yang diberikan oleh CAA.”
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
26 menit yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
1 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
2 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
3 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
4 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved