Kanada Jatuhkan Sanksi Terhadap Maduro dan 39 Pejabat Venezuela

Sabtu, 23 September 2017 - 15:47 WIB
Kanada Jatuhkan Sanksi...
Kanada Jatuhkan Sanksi Terhadap Maduro dan 39 Pejabat Venezuela
A A A
TRENTON - Pemerintah Kanada mengumumkan telah menjatuhkan sanksi kepada Presiden Nicolas Maduro dan 39 tokoh kunci dalam rezim Venezuela. Pemberlakukan sanksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap rakyat Venezuela melawan perilaku anti-demokrasi.

"Kanada tidak akan diam berdiri saat Pemerintah Venezuela merampas hak demokratis rakyatnya," ujar Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland mengatakan dalam sebuah pernyataan di situs Pemerintah Kanada.

Sanksi Kanada mengikuti Amerika Serikat (AS) dan datang setelah sedikitnya 125 orang tewas karena Maduro telah membuat ekonomi Venezuela memburuk dan mendekati status sebagai diktator.

"Tindakan tegas ini sebagai tanggapan terhadap turunnya Pemerintah Venezuela ke dalam kediktatoran," kata Freeland seperti disitat dari Anadolu, Sabtu (23/9/2017).

Sanksi tersebut melarang orang-orang Kanada melakukan hubungan dengan negara Amerika Selatan tersebut. Kanada juga membekukan aset yang diduga dimiliki 40 pejabat Venezuela di negara itu.

"Pengumuman sanksi hari ini terhadap rezim Maduro menggarisbawahi komitmen kami untuk membela demokrasi dan hak asasi manusia di seluruh dunia," kata Freeland.

"Kanada berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Venezuela saat mereka berjuang untuk memulihkan demokrasi di negara mereka," imbuhnya

Sedikitnya 125 orang tewas dalam demonstrasi di Venezuela saat Maduro membentuk sebuah badan legislatif yang telah merebut kekuasaan dari Kongres negara tersebut.

Maduro membela tindakannya dengan mengatakan bahwa dia mengambil langkah untuk menghentikan sebuah revolusi yang didedikasikan untuk mengakhiri sosialisme di Amerika Latin dan mengizinkan elite bisnis yang didukung AS untuk mendapatkan kontrol atas aset minyak negara tersebut, media Kanada melaporkan.

Selain Maduro tokoh kunci lain yang dijatuhi sanksi adalah Wakil Presiden Tareck El Aissami, serta menteri pertahanan dan hakim.
(ian)
Berita Terkait
Trump: Kanada, Greenland,...
Trump: Kanada, Greenland, dan Venezuela Jadi 3 Negara Bagian Baru AS
Kemenangan Bersejarah...
Kemenangan Bersejarah Kanada di Copa America 2024, Tantang Argentina di Semifinal
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Berita Terkini
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
1 jam yang lalu
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
2 jam yang lalu
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
2 jam yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
3 jam yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
3 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
4 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved