Duterte Bakal Habisi Anaknya Jika Terlibat Narkoba

Kamis, 21 September 2017 - 13:04 WIB
Duterte Bakal Habisi...
Duterte Bakal Habisi Anaknya Jika Terlibat Narkoba
A A A
MANILA - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan akan membunuh anaknya jika tuduhan perdagangan narkoba terhadapnya terbukti. Ia pun menegaskan polisi yang melakukan penangkapan terhadap anaknya akan dilindungi dari tuntutan hukum.

Paolo Duterte membantah tuduhan politisi oposisi sebelum munculnya sebuah penyelidikan oleh senat Filipina. Ia membantah dirinya adalah anggota triad China yang membantu menyelundupkan kristal methamphetamine dari China.

Baca juga:
Dituduh Impor Sabu Rp1,6 Triliun, Putra Duterte Mengelak


Presiden Duterte tidak mengacu pada tuduhan tersebut secara khusus namun mengulangi pernyataannya dari kampanye pemilihan tahun lalu bahwa tidak ada anak-anaknya yang terlibat dalam narkoba. Namun, ia menegaskan, mereka akan menghadapi hukuman yang paling keras jika melakukannya.

"Saya katakan sebelum perintah saya adalah: 'Jika saya memiliki anak-anak yang terlibat obat-obatan terlarang, saya akan bunuh mereka agar orang tidak mengatakan apa-apa'," kata Duterte dalam sebuah pidato di hadapan pegawai pemerintah di istana kepresidenan di Manila.

"Jadi saya memberi tahu Pulong (nama panggilan Paolo): "Perintah saya adalah membunuh Anda jika Anda tertangkap, dan saya akan melindungi polisi yang membunuh Anda, jika memang benar," tegasnya seperti dikutip dari Independent, Kamis (21/9/2017).

Duterte memenangkan pemilihan presiden Filipina dengan platform hukum dan orde brutal di mana dia menjanjikan sebuah kampanye yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia berjanji untuk memberantas obat-obatan terlarang di masyarakat dengan membunuh 100 ribu pedagang dan pecandu.

Sejak dia menjabat pada pertengahan tahun lalu, polisi telah melaporkan pembunuhan lebih dari 3.800 orang dalam operasi anti-narkoba. Sementara itu ribuan orang lainnya telah dibunuh dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan.

Sebagai presiden, Duterte pernah mengatakan bahwa ia akan senang membantai tiga juta pecandu narkoba, dan menggambarkan anak-anak yang ditembak mati dalam perang narkoba sebagai jaminan kerusakan.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
22 menit yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
6 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
7 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
8 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
9 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Paling Sengsara...
3 Negara Paling Sengsara Jika Iran Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved