Rusia Tidak Akui Korut sebagai Negara Nuklir
Rabu, 06 September 2017 - 15:41 WIB
Rusia Tidak Akui Korut sebagai Negara Nuklir
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan, pihaknya tidak mengakui Korea Utara (Korut) sebagai negara nuklir. Hal itu disampaikan Putin saat melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia.
"Saya mengkonfirmasi kepada Presiden Moon Jae, dalam posisi berprinsip kami, kami tidak mengenali status nuklir Korut. Program rudal dan nuklir Pyongyang sangat melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, merongrong rezim non-proliferasi, menimbulkan ancaman keamanan di kawasan tersebut," ucap Putin, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/9).
Putin kemudian mencatat bahwa perlu adanya, dalam situasi di sekitar Korut, untuk tidak mengikuti emosi, dan tidak mendorong Pyongyang ke sebuah sudut. Dia menyebut hal tersebut bisa mencegah ketegangan lanjutan di kawasan.
"Jelas bahwa tidak mungkin memecahkan masalah Semenanjung Korea dengan sanksi dan tekanan saja, orang tidak boleh menyerah pada emosi, dan mendorong Korut ke sebuah sudut, setiap orang perlu menunjukkan ketenangan, dan menghindari langkah-langkah yang menyebabkan eskalasi ketegangan," sambungnya.
Sementara itu, sebelumnya Survei Geologi Amerika Serkat (AS) menuturkan Uji coba nuklir yang dilakukan Korut pada akhir pekan memicu terjadinya tanah longsor di daerah peledakan dan sekitarnya.
USGS menuturkan ledakan bawah tanah itu menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Kemudian diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan 4,1 skala Richter yang menyebakan bebatuan di atas lokasi menghilang, berpotensi melepaskan materi radioaktif ke atmosfer.
"Saya mengkonfirmasi kepada Presiden Moon Jae, dalam posisi berprinsip kami, kami tidak mengenali status nuklir Korut. Program rudal dan nuklir Pyongyang sangat melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, merongrong rezim non-proliferasi, menimbulkan ancaman keamanan di kawasan tersebut," ucap Putin, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (6/9).
Putin kemudian mencatat bahwa perlu adanya, dalam situasi di sekitar Korut, untuk tidak mengikuti emosi, dan tidak mendorong Pyongyang ke sebuah sudut. Dia menyebut hal tersebut bisa mencegah ketegangan lanjutan di kawasan.
"Jelas bahwa tidak mungkin memecahkan masalah Semenanjung Korea dengan sanksi dan tekanan saja, orang tidak boleh menyerah pada emosi, dan mendorong Korut ke sebuah sudut, setiap orang perlu menunjukkan ketenangan, dan menghindari langkah-langkah yang menyebabkan eskalasi ketegangan," sambungnya.
Sementara itu, sebelumnya Survei Geologi Amerika Serkat (AS) menuturkan Uji coba nuklir yang dilakukan Korut pada akhir pekan memicu terjadinya tanah longsor di daerah peledakan dan sekitarnya.
USGS menuturkan ledakan bawah tanah itu menyebabkan gempa berkekuatan 6,3 skala Richter. Kemudian diikuti oleh gempa susulan dengan kekuatan 4,1 skala Richter yang menyebakan bebatuan di atas lokasi menghilang, berpotensi melepaskan materi radioaktif ke atmosfer.
(esn)