Bocorkan Rahasia Nuklir ke China, Insinyur AS Dibui 2 Tahun
Sabtu, 02 September 2017 - 05:10 WIB
Bocorkan Rahasia Nuklir ke China, Insinyur AS Dibui 2 Tahun
A
A
A
WASHINGTON - Seorang pria Amerika Serikat (AS) dijatuhi hukuman dua tahun penjara karena telah membocorkan teknologi nuklir ke China. Ia melakukan hal itu selama 19 tahun.
Szuhsiung Ho, juga dikenal sebagai Allen Ho, adalah warga negara AS yang dinaturalisasi kelahiran Taiwan. Dia terbukti bersalah telah berkomplot melanggar Undang-Undang Energi Atom, yang melarang teknologi sensitif dan terkendali diekspor dari AS.
Dari tahun 1997 sampai 2016, Ho telah bekerja dengan China General Nuclear Power Company (CGN) milik negeri Tirai Bambu itu untuk mencuri rahasia sensitif mengenai energi nuklir seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (2/9/2017).
Hubungan Ho dengan CGN menyebabkan kekhawatiran terhadap Inggris pada saat penangkapannya dengan perusahaan China yang terlibat dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir Inggris Hinkley Point C.
Kesepakatan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir seharga 8 miliar pounds ditandatangani pada bulan September 2016.
Kritik terhadap skema tersebut telah lama menyebut bahwa keterlibatan CGN akan menimbulkan risiko keamanan potensial.
Pada saat yang bekerja untuk CGN, Ho juga dipekerjakan oleh perusahaan yang berbasis di Delaware yang disebut Energy Technology International.
Ho menggunakan posisinya untuk merekrut insinyur nuklir dan pakar teknis lainnya guna membantu CGN mengurangi biaya dan waktu pengembangan untuk produksi tenaga nuklir.
Ho juga didenda USD 20.000 karena telah memberikan teknologinya kepada China.
"Pencurian teknologi nuklir kita oleh pihak asing sangat memprihatinkan bagi FBI," kata agen khusus yang bertanggung jawab, Renae McDermott.
"Bersama dengan mitra lokal, negara bagian dan federal, kami akan menyelidiki secara agresif mereka yang berusaha mencuri teknologi kami demi keuntungan pemerintah asing," tegas McDermott.
Szuhsiung Ho, juga dikenal sebagai Allen Ho, adalah warga negara AS yang dinaturalisasi kelahiran Taiwan. Dia terbukti bersalah telah berkomplot melanggar Undang-Undang Energi Atom, yang melarang teknologi sensitif dan terkendali diekspor dari AS.
Dari tahun 1997 sampai 2016, Ho telah bekerja dengan China General Nuclear Power Company (CGN) milik negeri Tirai Bambu itu untuk mencuri rahasia sensitif mengenai energi nuklir seperti dikutip dari Sky News, Sabtu (2/9/2017).
Hubungan Ho dengan CGN menyebabkan kekhawatiran terhadap Inggris pada saat penangkapannya dengan perusahaan China yang terlibat dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir Inggris Hinkley Point C.
Kesepakatan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir seharga 8 miliar pounds ditandatangani pada bulan September 2016.
Kritik terhadap skema tersebut telah lama menyebut bahwa keterlibatan CGN akan menimbulkan risiko keamanan potensial.
Pada saat yang bekerja untuk CGN, Ho juga dipekerjakan oleh perusahaan yang berbasis di Delaware yang disebut Energy Technology International.
Ho menggunakan posisinya untuk merekrut insinyur nuklir dan pakar teknis lainnya guna membantu CGN mengurangi biaya dan waktu pengembangan untuk produksi tenaga nuklir.
Ho juga didenda USD 20.000 karena telah memberikan teknologinya kepada China.
"Pencurian teknologi nuklir kita oleh pihak asing sangat memprihatinkan bagi FBI," kata agen khusus yang bertanggung jawab, Renae McDermott.
"Bersama dengan mitra lokal, negara bagian dan federal, kami akan menyelidiki secara agresif mereka yang berusaha mencuri teknologi kami demi keuntungan pemerintah asing," tegas McDermott.
(ian)