AS Kembangkan Pengganti ICBM Minuteman III Era Perang Dingin

Senin, 28 Agustus 2017 - 09:32 WIB
AS Kembangkan Pengganti...
AS Kembangkan Pengganti ICBM Minuteman III Era Perang Dingin
A A A
WASHINGTON - Pentagon sedang mengembangkan generasi baru dari rudal balistik antarbenua (ICBM)-nya. Angkatan Udara AS (USAF) telah memberikan kontrak kepada Boeing dan Nothrop Grumman untuk membuat pengganti ICBM Minuteman III era Perang Dingin.

Pentagon mengumumkan pemberian kontrak itu pada akhir pekan lalu yang dilansir Sputnik, Senin (28/8/2017). Berdasarkan kesepakatan tersebut, Boeing akan menerima USD349 juta dan Northrop akan mendapatkan USD329 juta.

Kedua kontraktor itu selama periode tiga tahun akan mengembangkan secara parallel rancangan awal generasi berikutnya dari ICBM Amerika.

Pada tahun 2020, USAF diharapkan dapat memutuskan perusahaan mana yang akan membangun armada peledak 400 rudal yang diproyeksikan sebagai bagian dari program Ground Based Strategic Deterrent (Pencegahan Strategik Berbasis Darat).

Lockheed Martin, kontraktor tunggal terbesar untuk pemerintah AS pada tahun 2015, sekaligus menjadi pengembang program pesawat jet tempur Fike 35 (F-35) ikut bersaing untuk proyek pengganti ICBM Minuteman III. Namun, tidak sampai ke babak final.

ICBM Minuteman III resmi memasuki layanan militer pada tahun 1970. Rudal yang bisa membawa hulu ledak nuklir ini telah mengalami perbaikan selama beberapa dekade. Namun, sebuah peningkatan besar sekarang dijalankan Pentagon untuk memastikan kemampuan "triad" nuklirnya yang berbasis darat, udara dan laut.

”Hal-hal yang aus, menjadi lebih mahal untuk mempertahankan mereka daripada menggantinya,” kata Sekretaris Angkatan Udara Heather Wilson dalam sebuah pernyataan.

Kontrak pengembangan pengganti ICBM Minuteman III ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Pyongyang. Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) atau Korea Utara telah berulang kali mengancam akan menyerang daerah-daerah di sekitar wilayah Guam, AS, dengan rudal balistik strategis jarak menengah.

”Sebagai mitra terpercaya dan integrator teknis untuk sistem ICBM Angkatan Udara selama lebih dari 60 tahun, kami dengan bangga melanjutkan pekerjaan kami untuk melindungi dan mempertahankan bangsa kami melalui kemampuan jera strategisnya,” kata Wes Bush, chairman, CEO dan presiden Northrop , dalam sebuah pernyataan.

Pengembangan generasi baru ICBM ini bagian dari modernisasi sistem senjata nuklir Pentagon yang sudah tua. Pemerintah Presiden Donald Trump telah memerintahkan pembelian pesawat jet pembom siluman terbaru, kapal selam dan rudal sebagai bagian dari modernisasi senjata.

Asosiasi Pengendali Senjata nonpartisan yang berbasis di Washington telah memperkirakan biaya modernisasi senjata nuklir AS minimal USD1,5 triliun selama periode tiga dekade.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
1 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
2 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
3 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
4 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
12 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
14 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved