Gadis China Tewas usai Dihukum Squat Jump 100 Kali karena Terlambat Kerja

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 09:04 WIB
Gadis China Tewas usai...
Gadis China Tewas usai Dihukum Squat Jump 100 Kali karena Terlambat Kerja
A A A
BEIJING - Seorang gadis di China meninggal 10 hari setelah bosnya memaksanya melakukan squat jump 100 kali karena dia terlambat masuk kerja.

Gadis berusia 15 tahun yang dikenal dengan nama Xiao Fei ini meninggal karena mengalami kegagalan pernafasan. Dia berhenti sekolah dan meminjam kartu identitas temannya untuk bekerja guna melunasi tagihan medis ayahnya 18 bulan yang lalu.

Bosnya di Qfang, perusahaan real estate di Zhongshan City, China, membantah bahwa “hukuman” squat jump 100 kali itu sebagai penyebab kematian korban.

Stasiun televisi Guangdong telah menghubungi seorang manajer di perusahaan itu yang bermarga Li. Manajer itu menegaskan bahwa squat jump tersebut sebagai latihan bukan hukuman.

Meski demikian, Li mengaku telah membuat gadis itu menyelesaikan apa yang dia sebut sebagai latihan.

Seorang pengacara mengatakan bahwa pihak Qfang tidak menyadari bahwa Xiao Fei belum berusia 16 tahun.

Tapi, Jiang, ayah Xiao Fei, bersikeras putrinya dihukum karena terlambat masuk kerja pada akhir Juli lalu. Dia mengatakan bahwa bos putrinya telah memaksa untuk melakukan squat jump 100 kali di pagi hari.

Xiao Fei dibawa ke rumah sakit sebelum meninggal. “Putri saya tidak enak badan dan membeli obat. Tapi dia tidak bisa menggerakkan kakinya,” kata Jiang, seperti dilansir news.com.au, Sabtu (19/8/2017).

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, Xiao Fei tidak dapat mengangkat tangannya dan roboh. Dia mulai muntah dan akhirnya lumpuh.

Ibu Xiao Fei membawanya ke Hunan di China selatan dan meminta bantuan medis. Gadis muda itu lantas masuk ke unit perawatan intensif Central South University, Xiangya No 2 Hospital. Dia meninggal pada 7 Agustus 2017.

Catatan dokter mengatakan bahwa Xiao Fei didiagnosis menderita sindrom Guillain-Barre, kelainan langka dan serius yang mempengaruhi sistem saraf.

Tapi catatan medis itu tidak menunjukkan apakah sindrom itu secara langsung disebabkan oleh squat jump atau tidak.
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
15 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Pengadilan China Melelang...
Pengadilan China Melelang 100 Ton Buaya Hidup Rp9,2 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved