Bantu AS, Inggris Bakal Kirim Pesawat Mata-mata Intai Basis Nuklir Korut

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 16:02 WIB
Bantu AS, Inggris Bakal...
Bantu AS, Inggris Bakal Kirim Pesawat Mata-mata Intai Basis Nuklir Korut
A A A
LONDON - Amerika Serikat (AS) telah meminta Inggris untuk membantu menemukan pangkalan militer Korea Utara (Korut). Permintaan itu muncul saat Korut meningkatkan ancaman untuk melakukan serangan rudal ke AS.

Angkatan Udara Inggris, RAF, telah diminta untuk bergabung dalam operasi mata-mata internasional atas negara nakal tersebut untuk mengetahui lokasi-lokasi nuklir dan senjata artileri. Kepala militer AS berharap misi pengawasan tersebut akan membantu mereka mempersiapkan serangan besar-besaran atau untuk perang.

Jika parlemen mendukung permintaan tersebut, setidaknya satu dari tiga pesawat mata-mata Rivet Joint Inggris bisa terbang ke sebuah pangkalan di Jepang dalam waktu dua minggu.

"Meskipun konflik antara Korut dan Amerika serta sekutu mereka tidak terpikirkan, segala sesuatu yang dapat dilakukan sedang dilakukan untuk mempersiapkannya jika itu terjadi," ujar seorang sumber di Inggris.

"Perencana perang Barat sangat ingin meminimalkan jumlah korban tewas dan itu berarti peningkatan secara besar-besaran pengumpulan data intelijen melawan Korut," imbuhnya seperti dikutip dari Daily Record, Jumat (11/8/2017)

Sumber tersebut menambahkan: "NATO perlu berdiri di belakang AS karena situasi ini dapat mempengaruhi semua orang."

Pesawat mata-mata seharga 800 juta poundsterling akan "mengintip" obrolan komunikasi di Korea Utara. Kru RAF akan bergabung dengan personil AS yang bertugas sebagai penerjemah.

Inggris juga telah menempatkan badan intelijen untuk siaga tinggi. MI6 dan GCHQ mengumpulkan informasi untuk mengetahui bagaimana negara-negara lain bersiap menghadapi Kim Jong-un.

"Ini semua tentang memastikan setiap langkah diambil untuk menghindari sesuatu yang tidak beres karena upaya dilakukan untuk menyelesaikan krisis ini melalui diplomasi," kata sumber intelijen.

"Mereka memantau bagaimana negara-negara Jepang dan China dan negara-negara sekitarnya bereaksi terhadap setiap perkembangan," imbuhnya.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
28 menit yang lalu
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
2 jam yang lalu
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
3 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
4 jam yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
5 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved