Kemlu: Tidak Ada Notifikasi dari Malaysia Soal WNI Terlibat Terorisme
Selasa, 08 Agustus 2017 - 17:39 WIB
Kemlu: Tidak Ada Notifikasi dari Malaysia Soal WNI Terlibat Terorisme
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan, Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia tidak mendapatkan pemberitahuan dari otoritas Malaysia mengenai adanya warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat terorisme. Ini merupakan respon atas laporan adanya WNI yang ditangkap dalam operasi anti-terorisme di Malaysia.
"KBRI tidak menerima notifikasi mengenai adanya WNI terlibat kasus terorisme di Malaysia," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat kepada awak media pada Selasa (8/8).
"Operasi dilakukan oleh aparat anti terorisme Malaysia sebagai persiapan menjelang SEA Games. Kalaupun ada WNI yang tertangkap kemungkinan karena pelanggaran keimigrasian (tidak memiliki dokumen perjalanan/ijin tinggal)," sambungnya.
Seperti diketahui, Free Malaysia Today melaporkan ratusan orang ditahan oleh otoritas kemanan Malaysia dalam sebuah operasi anti-terorisme dalam beberapa hari terakhir. Beberap warga Indonesia dilaporkan turut terjerat operasi itu.
Pejabat kepolisian Malaysia dari divisi antiterorisme, Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan, sebagian besar yang ditahan berasal dari Bangladesh, India, Pakistan, dan ada beberapa WNI di dalamnya.
Pitchay mengatakan, pihaknya menargetkan siapapun yang memiliki dokumen perjalanan palsu atau sama sekali tidak membawa dokumen perjalanan dengan alasan hilang, serta mengincar orang-orang yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok teror di Suriah dan Irak, termasuk ISIS.
"Kami akan mendeteksi dan menindak warga asing yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan teroris, khususnya mereka yang terlibat dalam aktivitas di Suriah," kata Pitchay.
"KBRI tidak menerima notifikasi mengenai adanya WNI terlibat kasus terorisme di Malaysia," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI, Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat kepada awak media pada Selasa (8/8).
"Operasi dilakukan oleh aparat anti terorisme Malaysia sebagai persiapan menjelang SEA Games. Kalaupun ada WNI yang tertangkap kemungkinan karena pelanggaran keimigrasian (tidak memiliki dokumen perjalanan/ijin tinggal)," sambungnya.
Seperti diketahui, Free Malaysia Today melaporkan ratusan orang ditahan oleh otoritas kemanan Malaysia dalam sebuah operasi anti-terorisme dalam beberapa hari terakhir. Beberap warga Indonesia dilaporkan turut terjerat operasi itu.
Pejabat kepolisian Malaysia dari divisi antiterorisme, Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan, sebagian besar yang ditahan berasal dari Bangladesh, India, Pakistan, dan ada beberapa WNI di dalamnya.
Pitchay mengatakan, pihaknya menargetkan siapapun yang memiliki dokumen perjalanan palsu atau sama sekali tidak membawa dokumen perjalanan dengan alasan hilang, serta mengincar orang-orang yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok teror di Suriah dan Irak, termasuk ISIS.
"Kami akan mendeteksi dan menindak warga asing yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan teroris, khususnya mereka yang terlibat dalam aktivitas di Suriah," kata Pitchay.
(esn)