Dramatisnya Perang Narkoba Duterte yang Tewaskan Wali Kota di Filipina

Senin, 31 Juli 2017 - 08:18 WIB
Dramatisnya Perang Narkoba...
Dramatisnya Perang Narkoba Duterte yang Tewaskan Wali Kota di Filipina
A A A
MANILA - Pasukan polisi Filipina menembak mati 14 orang, termasuk seorang wali kota, dalam perang melawan narkoba yang berlangsung dramatis di rumah sang wali kota. Pejabat yang secara struktural merupakan anak buah Presiden Duterte jadi target penting dalam perang melawan narkoba.

Operasi yang diwarnai baku tembak itu terjadi hari Minggu kemarin. Awalnya, petugas polisi menyampaikan instruksi kepada Wali Kota Reynaldo Parojinog Sr dari Kota Ozamiz bahwa rumahnya harus digeledah atas dugaan kepemilikan senjata tanpa izin.

Saat penggeledahan dimulai, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke arah petugas polisi dan memicu baku tembak. Kepala Polisi Ozamiz, Jovie Espenido, mengatakan, wali kota dan 13 orang lainnya tewas.

“Dia adalah target bernilai tinggi untuk obat-obatan terlarang,” kata Espenido, yang mengawasi penggerebekan secara simultan usai tengah malam di kediaman wali kota dan tiga rumah lainnya.

”Kami menegakkan hukum untuk melindungi masyarakat yang menginginkan perdamaian di negara ini," katanya,” lanjut dia. ”Bagaimana kita bisa menegakkan hukum jika kita takut pada penguasa obat bius? Itu tidak mungkin, mereka harus takut pada orang yang berbuat baik untuk semua orang.”

Baca: Jadi Bandar Narkoba, Wali Kota di Filipina Tewas Dihantam Timah Panas

Lima orang, termasuk putri Parojinog, yang berperan sebagai Wakil Wali Kota Ozamiz, sebuah kota pelabuhan, ditangkap dalam penggerebekan tersebut.

Menurut Espenido yang dilansir IB Times, Senin (31/7/2017), polisi mendekati rumah wali kota saat pengawalnya melepaskan tembakan, menabrak mobil polisi dan melukai seorang petugas polisi. Aksi itu memicu baku tembak di tengah pemadaman listrik yang sedang berlangsung.

Sebuah granat yang dipegang oleh salah satu pengawal Parojinog meledak saat baku tembak di dalam rumah sang wali kota.

Senapan serbu, granat, zat yang diduga metamfetamin dan uang tunai disita dalam penggerebekan. "Pemerintah berjanji untuk mengintensifkan kampanye (melawan) narkoba,” kata juru bicara Kepresidenan Filipina Ernesto Abella terkait operasi anti-narkoba di Ozamiz.

”Parojinog, jika Anda ingat, termasuk dalam daftar (yang dibuat) Duterte sebagai orang yang terlibat dalam perdagangan narkoba,” lanjut dia. Parojinog, yang juga menghadapi tuduhan korupsi, telah menolak dikaitkan dengan kejahatan narkoba.

Dia adalah wali kota ketiga yang dibunuh dalam perang melawan narkoba yang dikobarkan Duterte. Sejauh ini, jumlah korban tewas dalam perang narkoba di Filipina mencapai lebih dari 3.000 orang.
(mas)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Filipina Sebut Pelaku...
Filipina Sebut Pelaku Pemboman di Jolo 2 Wanita, Salah Satunya WNI
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
55 menit yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
2 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
3 jam yang lalu
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
3 jam yang lalu
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
4 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved