Tes Keperawanan Terhadap Gadis Belia di Rusia Menuai Kecaman

Minggu, 11 Juni 2017 - 01:53 WIB
Tes Keperawanan Terhadap...
Tes Keperawanan Terhadap Gadis Belia di Rusia Menuai Kecaman
A A A
MOSKOW - Dokter di Rusia dilaporkan telah diinstruksikan untuk melakukan tes keperawanan pada anak perempuan di bawah umur. Komite Investigasi Rusia telah menginstruksikan profesional medis untuk mendapatkan bukti aktivitas seksual pada anak perempuan di bawah usia 16 tahun.

Perintah tersebut telah memicu kecaman publik dari para ginekolog dan politisi yang yakin bahwa pemeriksaan tersebut akan mencegah gadis-gadis muda untuk menemui dokter saat mereka membutuhkannya.

Namun menteri kesehatan Vladimir Shuldyakov mengatakan bahwa dokter harus mengikuti perintah tersebut. Perintah tersebut memerintahkan dokter untuk memeriksa integritas selaput dara dan mencari tanda-tanda kerusakan.

"Dokter harus menginformasikan kepada polisi tentang semua kasus saat keperawanan hilang serta tentang kasus kehamilan dan aborsi yang melibatkan anak perempuan di bawah 16 tahun," katanya seperti dikutip dari Independent, Minggu (11/6/2017).

Perintah ini dikeluarkan hanya beberapa bulan setelah kekerasan dalam rumah tangga sebagian di dekriminalisasi di negara tersebut, di mana hak-hak perempuan masih kurang. Langkah untuk memberi hukuman bagi pelaku rumah tangga lebih sedikit hukuman memicu kemarahan di seluruh dunia.

Amandemen tersebut, yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin, mereduksi serangan yang relatif dari tindak pidana ke tindak perdata. Keputusan ini telah memicu kekhawatiran bahwa ia akan mengirimkan sebuah sinyal bahwa pelecehan bukanlah kejahatan serius.

Putin dituduh melakukan seksisme minggu lalu saat dia memberi tahu seorang pewawancara bahwa dia tidak pernah mengalami hari buruk karena dia bukan wanita.

"Saya bukan wanita, jadi saya tidak mengalami hari-hari buruk. Saya tidak mencoba untuk menghina siapapun. Itu hanya sifat dari sesuatu. Ada siklus alami tertentu," kata Putin kepada Oliver Stone.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
49 menit yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
1 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
4 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved