Tidak Ada WNI Jadi Korban Dalam Serangan di Iran
Rabu, 07 Juni 2017 - 18:48 WIB
Tidak Ada WNI Jadi Korban Dalam Serangan di Iran
A
A
A
TEHERAN - Kedutaan Besar Indonesia di Iran menyatakan sejuah ini tidak ada laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam dua serangan di Teheran. Serangan terjadi di Gedung Parlemen Iran, dan komplek makam Ayatollah Khomeini.
Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban, dan semoga saja tidak ada," kata KBRI Teheran dalam pernyataan singkat kepada awak media pada Rabu (7/6).
"Terkait serangan bersenjata di gedung Parlement Iran dan Di Makam Imam Khomeini , situasi di kota Tehran saat ini kurang kondusif di anjurkan bagi warga KBRI yang tidak ada kepentingan di sarankan tidak keluar rumah/KBRI ketempat keramaian," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Sejumlah pria bersenjata dilaporkan melakukan serangan terhadap Gedung Parlemen Iran. Satu orang dilaporkan tewas, dan sejumlah orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan itu.
Seorang anggota parlemen Iran, Elias Hazrati mengatakan serangan itu dilakukan oleh tiga orang. Satu penyerang membawa pistol dan, dua lainya dengan senapan serbu AK-47. Sementara itu, menurut laporan kantor berita Iran, ISNA yang mengutip seorang anggota parlemen, melaporkan semua pintu parlemen ditutup paska adanya serangan itu.
Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban, dan semoga saja tidak ada," kata KBRI Teheran dalam pernyataan singkat kepada awak media pada Rabu (7/6).
"Terkait serangan bersenjata di gedung Parlement Iran dan Di Makam Imam Khomeini , situasi di kota Tehran saat ini kurang kondusif di anjurkan bagi warga KBRI yang tidak ada kepentingan di sarankan tidak keluar rumah/KBRI ketempat keramaian," sambungnya.
Sebelumnya diwartakan, Sejumlah pria bersenjata dilaporkan melakukan serangan terhadap Gedung Parlemen Iran. Satu orang dilaporkan tewas, dan sejumlah orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan itu.
Seorang anggota parlemen Iran, Elias Hazrati mengatakan serangan itu dilakukan oleh tiga orang. Satu penyerang membawa pistol dan, dua lainya dengan senapan serbu AK-47. Sementara itu, menurut laporan kantor berita Iran, ISNA yang mengutip seorang anggota parlemen, melaporkan semua pintu parlemen ditutup paska adanya serangan itu.
(esn)